kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Pesawat buatan Habibie perlu sertifikat terbang


Jumat, 11 Oktober 2013 / 17:36 WIB
ILUSTRASI. Promo Guardian +1000 Get 2 Pcs Periode 9-15 Juni 2022


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan pesawat R80 buatan PT Regio Avisi Industri (RAI) masih butuh waktu lama, minimal 5 tahun hingga bisa mengudara di langit Indonesia.

"R80 itu kan masih desain, masih lama. Pak Habibie kan targetnya 2016. Tapi ini desain dulu, kalau disetujui baru prototipe 1, prototipe 2, prototipe 3 sampai izinnya keluar, baru bisa produksi. Masih panjang lah prosesnya," Direktur Angkutan Udara, Kemenhub, Djoko Murdjatmodjo, di Jakarta, Jumat (11/10).

Sebagai informasi, R80 diklaim sebagai pengembangan dari N250 dan fly by wire kedua di dunia, setelah Airbus A300. Duduk sebagai komisaris RAI adalah mantan presiden RI BJ Habibie.

Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (KUPPU) Kemenhub, Muzafar menjelaskan, setiap tahap pembuatan pesawat harus lolos sertifikasi. Sesuai dengan regulasi Kemenhub, kata dia, desain sampai ground test dan filght test membutuhkan waktu lima tahun. "Kalau speed up bisa selesai dalam tiga tahun," ujarnya.

Setelah mendapatkan sertifikasi dari serangkaian tahap, barulah pesawat tersebut bisa diproduksi. Proses terakhir adalah pembuatan manual, atau petunjuk cara pengoperasian pesawat tersebut.

"Kenapa regulasi kita lima tahun, itu karena jika lebih dari lima tahun mungkin ada perubahan regulasi atau teknologi, sehingga kalau lebih dari lima tahun bisa jadi harus redesign," jelas Muzafar.

Pesawat R80 kini memang tengah dalam tahap desain. Maskapai penerbangan baru NAM Air, bertepatan dengan peluncurannya, menandatangani kontrak kerjasama dengan PT RAI untuk pengadaan 50 unit pesawat R80, dan 50 unit option. (Estu Suryowati/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×