kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Petrokimia Gresik Dukung Inovasi Pertanian Berkelanjutan


Jumat, 10 Oktober 2025 / 20:57 WIB
Petrokimia Gresik Dukung Inovasi Pertanian Berkelanjutan
ILUSTRASI. Petani binaan Petrokimia Gresik memberi pakan ternak di kandang domba yang menjadi bagian dari integrasi pertanian dan peternakan di Program TAMENG


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Petrokimia Gresik berhasil mendukung Tawangargo Smart-Eco Farming Village (TAMENG) di Kabupaten Malang berkembang menjadi model inovasi pertanian berkelanjutan berbasis masyarakat. 

Program binaan Petrokimia Gresik ini kini bertransformasi menjadi Living Lab pertama di Indonesia yang digerakkan langsung oleh petani..“Di sini kami bukan hanya menjadi objek, tapi subjek yang melakukan riset dan uji coba nyata untuk pertanian berkelanjutan,” ujar Karmukit, local hero program TAMENG, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/10).

Sebagai Living Lab, TAMENG menjadi wadah kolaborasi antara petani, peneliti, mahasiswa, dan komunitas untuk menghadirkan solusi inovatif di sektor pertanian. Ide diuji, teknologi sederhana diterapkan, dan inovasi lahir dari kerja sama berbagai pihak.

Program yang dimulai sejak 2022 ini melibatkan 35 petani dari kelompok Agronova Vision. Dengan dukungan Petrokimia Gresik, para petani menerapkan konsep climate smart agriculture untuk menjaga keberlanjutan sekaligus meningkatkan produktivitas dan pendapatan.

Baca Juga: Emiten Petrokimia Terancam Serbuan Produk Asal China, Analis Sarankan Hal Ini

Kini TAMENG berkembang menjadi pusat hortikultura modern yang ramah lingkungan. Energi listrik untuk alat pertanian seperti pompa air, sprinkle, dan water drip memanfaatkan tenaga surya. Desa ini juga memiliki rumah pengolahan limbah yang mengubah sisa panen menjadi pupuk cair, agensia hayati, hingga pakan ternak.

Selain itu, para istri petani mengolah sayur layak konsumsi menjadi aneka produk bernilai tambah seperti mi sayur, keripik, dan dodol. Sementara limbah anorganik dikelola melalui Bank Sampah untuk dijual ke pengepul.

Untuk menambah sumber pendapatan, kelompok juga mengembangkan budidaya domba, ikan, azolla, dan cacing kascing. Bahkan, kawasan TAMENG kini dilengkapi agrowisata edukatif yang memungkinkan pengunjung belajar sekaligus menikmati hasil panen segar langsung dari kebun.

Baca Juga: Ini Tiga Inisiatif ESG Petrokimia Gresik untuk Keberlanjutan

TAMENG juga terpilih sebagai bagian dari program Closed Loop Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang menggandeng BUMDes Sumber Rejeki sebagai kios pemasaran produk lokal. “Living Lab ini menjadikan TAMENG sebagai ekosistem pertanian hortikultura dari hulu ke hilir, yang memperkuat kemandirian petani sekaligus mendukung swasembada pangan nasional,” tutur Karmukit.

Ia menambahkan, keberhasilan TAMENG tidak lepas dari pendampingan Petrokimia Gresik yang mendorong petani terus berinovasi menghadapi tantangan perubahan iklim.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×