kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

PGE terus mengebor di PLTP Kamojang


Rabu, 30 November 2016 / 11:17 WIB
PGE terus mengebor di PLTP Kamojang


Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Rizki Caturini

GARUT. PT Pertamina Geothermal Energi (PGE) kembali akan melakukan pengeboran dua sumur uap panas bumi pada tahun 2017 dengan biaya US$ 14 juta. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan suplai uap Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang unit 1, 2, 3, 4 dan 5.   

Saat ini, wilayah kerja panas pumi Kamojang sudah memiliki 90 sumur untuk memenuhi kebutuhan uap PLTP Kamojang Unit 1 hingga 5, dengan kapasitas terpasang sekitar  235 megawatt (MW). Dari 90 sumur yang ada saat ini tidak hanya sumur produksi, melainkan sumur injeksi dan sumur monitoring.

Manajer Maintenance Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang, Faiq Kautsar mengatakan, pengeboran dua sumur produksi baru dilakukan tahun depan. Tujuannya, untuk menutupi kapasitas produksi sumur lain yang terus menurun. Terkait kapasitas produksi, memang belum diketahui secara detail.

Namun, Faiq bilang, biasanya produksi sumur selalu dilebihkan 10% dari kapasitas eksisting yang ada saat ini. "Misalnya kita membutuhkan 235 MW, ketika ngebor kita lebihkan 10% diatas 235 MW. Biasanya jadi 250 MW," terangnya di area Kamojang, Garut, Jawa Barat, Selasa (29/11).

Asal tahu saja, kegiatan pengeboran dua sumur yang dilebihkan 10% bertujuan menutupi penurunan produksi sumur  yang terjadi tiap tiga tahun. Adapun penurunan sumur produksi bisa mencapai 3%-8%. "Kalau sumur geotermal itu kan ada kecenderungan penurunan. Yang baru beroperasi bisa 8% per tahun, kalau yang lama bisa 3%. Biasanya tiga tahun kita ngebor make up well (sumur cadangan)," urainya.  

Sementara itu dari tahun 2014, PLTP Kamojang Unit 1 yang dioperasikan  PT Indonesia Power mengalami shut down. Itu karena usia pembangkit sudah uzur, 32 tahun. "Itu gangguan rusak, sudah beroperasi 32 tahun. Pembangkit itu didesain 30 tahun, jadi sudah melebihi masa umurnya. Tahun 2014-an berhenti," tutur Faiq.

Menurut rencana, PLTP berkapasitas 30 MW ini beroperasi lagi tahun depan. Kini prosesnya sedang melakukan pencarian turbin khusus yang sesuai spesifikasi pada uap yang dihasilkan.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×