kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

PHRI: Pembebasan visa belum tentu okupasi naik


Kamis, 26 Maret 2015 / 23:30 WIB
PHRI: Pembebasan visa belum tentu okupasi naik
ILUSTRASI. Penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) dari sektor energi kelebihan 2 juta ton CO2. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc/18.


Sumber: Antara | Editor: Hendra Gunawan

YOGYAKARTA. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta menilai kebijakan pembebasan visa bagi wisatawan 30 negara belum tentu mempengaruhi tingkat okupansi atau keterisian kamar hotel di daerah setempat.

Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono di Yogyakarta, Kamis, mengatakan pembebasan visa wisatawan mancanegara belum akan berpengaruh signifikan pada peningkatan okupansi sebelum Bandara Internasional di Kulon Progo dioperasikan.

"Selama ini pintu masuk wisatawan mancanegara masih mengandalkan Bali dan Jakarta, mengingat bandara Adisutjipto tidak bisa untuk pesawat besar," kata dia.

Dia mengatakan kendati diberikan kebebasan visa ke Indonesia, wisatawan mancanegara yang dapat langsung masuk ke Yogyakarta hanya dari Malaysia dan Singapura.

"Meski demikian, kami menyambut baik inisiatif pemerintah itu," katanya.

Kesempatan itu, menurut dia, juga perlu dimanfaatkan Dinas Pariwisata DIY untuk lebih menggencarkan kembali promosi wisata bagi masyarakat internasional.

Sementara itu, dia mengatakan justru yang memberikan dampak terhadap okupansi serta sektor MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition) adalah kembali dibukanya keran rapat di hotel bagi pegawai negeri sipil (PNS).

"Sudah ada reservasi-reservasi dari kementerian, meskipun sampai kini kami belum diberikan surat resmi mengenai kembali diperbolehkannya rapat di hotel bagi PNS," katanya.

Dia mengatakan hingga saat ini rata-rata okupansi hotel berbintang di DIY baru 40%, sedangkan nonbintang hanya mencapai 20%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×