kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45933,78   -29,95   -3.11%
  • EMAS1.321.000 0,46%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

PHRI Proyeksikan Bisnis Hotel Meningkat Seiring Periode Mudik Lebaran


Minggu, 26 Maret 2023 / 22:20 WIB
PHRI Proyeksikan Bisnis Hotel Meningkat Seiring Periode Mudik Lebaran


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengatakan pertumbuhan bisnis perhotelan dan restoran di momen mudik dan libur lebaran akan meningkat signifikan jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Pasalnya tahun 2023 menjadi tahun pertama dimana ditiadakannya PPKM.

“Jika melihat proyeksi pergerakan mudik yang naik tahun ini kemungkinan akan berbanding lurus dengan peningkatan okupansi perhotelan dan restoran,” kata Sekretaris Jenderal PHRI, Maulana Yusran kepada Kontan, Minggu (26/3).

Meski belum bisa merinci pertumbuhan di momen mudik dan libur Lebaran, namun Maulana mengaku bisnis perhotelan dan restoran bisa bertumbuh signifikan. Hal ini mengingat trafik pergerakan mudik yang akan berpotensi merata di seluruh provinsi.

Baca Juga: Pendapatan Naik Hampir 100%, Weha Transportasi (WEHA) Berhasil Cetak Laba di 2022

“Kalau melihat tahun 2022, trafik pergerakan mudik itu belum merata, hanya terjadi di daerah Jawa dan Kalimantan. Untuk tahun 2023 belum bisa kita pastikan bagaimana, tapi kemungkinan akan menyerupai tahun 2019 sebelum pandemi,” kata Maulana.

Maulana menerangkan, setelah ditiadakannya PPKM, geliat pertumbuhan pariwisata juga menjadi pendorong pertumbuhan bisnis perhotelan dan restoran di tahun ini.

Untuk itu di momen cuti bersama Lebaran yang terhitung efektif hanya beberapa hari tersebut setidaknya dapat memberikan sedikit angin segar bagi para pebisnis. Meskipun demikian, Maula mengatakan pertumbuhan bisnis dan okupansi bisnis pehotelan dan restoran diproyeksikan meningkat di kisaran 5% secara tahunan.

Momen libur saat perayaan hari raya besar keagamaan juga diyakini bisa menjadi pendorong bisnis perhotelan. Salah satunya PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) yang optimis target okupansi di tahun ini bisa tercapai.

DFAM menargetkan rata-rata okupansi hotelnya sekitar 75,4% di sepanjang tahun 2023. Salah satu momen yang menjadi pendukungnya adalah momen liburan hari besar keagamaan seperti Lebaran dan Nataru.

Baca Juga: Jumlah Penumpang Pesawat Diramal Naik 20% pada Periode Mudik

Sekretaris Perusahaan DFAM Soviadi Nor Rachman menjelaskan sepanjang 2023 ini, sektor perhotelan diperkirakan akan mengalami okupansi yang lebih baik dari tahun sebelumnya. 

Hal ini seiring dengan pulihnya perekonomian dan melandainya Covid-19 serta pencabutan PPKM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet Using Psychology-Based Sales Tactic to Increase Omzet

[X]
×