kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

PIEP targetkan produksi minyak 2016 104.000 BOEPD


Selasa, 22 Desember 2015 / 14:14 WIB
PIEP targetkan produksi minyak 2016 104.000 BOEPD


Sumber: Antara | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP), yang merupakan anak usaha Pertamina di luar negeri menargetkan produksi sebanyak 104.000 barel rata-rata per harinya (BOEPD) pada tahun 2016.

"Meski harga minyak menurun, kami tetap menargetkan tinggi produksi di tahun depan," kata President Director PIEP Slamet Riadhy dalam jumpa pers di Gedung Pertamina Pusat, Jakarta, Selasa (22/12).

Ia menjelaskan, pada tahun ini 2015, PIEP menargetkan sebanyak 94.000 BOEPD. Dan, realisasi hingga November 2015 sudah melampaui target, yakni sebanyak 113,4 ribu BOEPD.

"Pencapaian ini berkat kerja sama dengan pemerintah terkait dari sumur blok minyak di luar negeri seperti Malaysia, Irak, dan Algeria, kami ucapkan terima kasih," ucapnya.

PIEP mengolah minyak yang ada di luar negeri, yaitu berada di blok Malaysia, Irak dan Algeria. Dari ketiga negara tersebut, tahun ini didapat minyak sebanyak 80.000 BOEPD, sedangkan gas sebanyak 112.000 MMCFGD dari Algeria, dan 96.000 MMCFGD di Malaysia.

Sedangkan produksi total dari ketiga blok tersebut sebanyak 113.4 ribu BOEPD campuran antara minyak dan gas.

Sementara itu, Pertamina sendiri menargetkan laba bersih pada 2016 mencapai Rp 22,5 triliun atau setara dengan US$ 1,61 miliar.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan tahun depan, tekanan masih akan berlanjut dengan harga minyak yang diprediksi relatif rendah dan depresiasi kurs rupiah terhadap dolar. Meski demikian, Pertamina akan berupaya meraih yang terbaik di segala lini bisnis.

Menurut Dwi Soetjipto, peningkatan kinerja operasional dan efisiensi di segala lini sebagai bagian dari lima pilar strategi prioritas akan tetap menjadi tema sentral untuk mengatasi situasi yang belum terlalu menggembirakan itu.

Hal tersebut dikatakan Dwi usai rapat umum pemegang saham (RUPS) mengenai pengesahan rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) tahun 2016 yang berlangsung di Jakarta, Senin (21/12).

Sesuai RKAP 2016, Pertamina juga merencanakan belanja modal sebesar US$ 5,31 miliar pada 2016 atau naik 20,7% dibandingkan dengan 2015.

Dana itu dialokasikan sebesar 72% untuk bisnis hulu, 6,9% bisnis gas, 6,7% untuk pengolahan, 9,7% untuk pemasaran dan niaga, dan 4,7% untuk bisnis hilir dan anak perusahaan. Dalam RKAP 2016, Pertamina juga mematok aset konsolidasi sebesar US$ 50,83 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×