kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Pimpin pangsa pasar obat batuk di Afghanistan, Indofarma (INAF) perkuat ekspor


Senin, 17 Februari 2020 / 17:39 WIB
ILUSTRASI. Penjualan Indofarma tumbuh. Suasana di pabrik farmasi PT Indofarma Tbk (INAF) di Cibitung, Jawa Barat (10/4). Saat ini kapasitas produksi berjalan 100 persen meliputi 2,3 milyar tablet serta 250 juta kapsul pertahun. Indofarma akan melakukan investasi seb


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indofarma Tbk (INAF) mengupayakan pertumbuhan penjualan ekspor yang signifikan di tahun ini. Hal tersebut didorong oleh penerimaan produk farmasinya yang positif di luar negeri.

Herry Triyatno, Direktur INAF mengatakan bahwa perseroan telah mengekspor produknya ke berbagai negara salah satunya Afghanistan. "Untuk obat batuk di Afghanistan kami bisa menjadi market leader," terangnya kepada Kontan.co.id, Senin (17/2).

Produk obat batuk itu, kata Herry punya peluang order yang terus meningkat di luar negeri. Maka dari itu perseroan tengah menjajaki peluang pasar ekspor baru di Afrika dan Asia Selatan.

Baca Juga: Bahan baku obat dari China terkendala, Indofarma (INAF) atur strategi

Herry optimistis pengembangan ekspor akan berhasil sejalan dengan pembentukan holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) farmasi. Hal tersebut akan membantu pemasaran produk Indofarma secara masif.

Lebih lanjut Herry bilang, tahun ini penjualan ekspor yang ditargetkan INAF sekitar Rp 30 miliar. Jumlah tersebut belum terlalu masif jika dibandingkan dengan proyeksi total penjualan perseroan tahun ini yang senilai Rp 1,9 triliun.




TERBARU

[X]
×