kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 18.010   12,00   0,07%
  • IDX 6.081   -66,48   -1,08%
  • KOMPAS100 788   -10,51   -1,32%
  • LQ45 605   -7,05   -1,15%
  • ISSI 210   -2,33   -1,10%
  • IDX30 336   -3,41   -1,01%
  • IDXHIDIV20 425   -2,55   -0,60%
  • IDX80 90   -1,19   -1,31%
  • IDXV30 114   -1,30   -1,13%
  • IDXQ30 109   -0,60   -0,54%

Plastik dari singkong dipasarkan di trade expo


Jumat, 10 Oktober 2014 / 18:34 WIB
ILUSTRASI. Aice menerapkan empat kunci sukses yaitu kualitas grade A, Invoasi, Cheerfull dan Excellent.


Reporter: Handoyo | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Produk ramah lingkungan makin semarak. Terbukti dari pameran Trade Expo Indonesia (TEI) 2014, sebanyak 30%-40% produk yang dipamerkan berupa barang terbarukan. Beberapa produk tersebut adalah plastik dari singkong dan etanol.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan, melihat hal tersebut maka produsen Indonesia sudah mengedepankan kelestarian alam. "Sebagai negara tropis lebih rentan terhadap kerusakan lingkungan," kata Bayu, Jumat (10/10).

Meskipun masih belum banyak, namun Bayu sangat memberikan penghargaan yang tinggi terhadap produsen yang telah memulai implementasi produk ramah lingkungan tersebut. Padahal, untuk memproduksi produk ramah lingkungan tersebut, pemerintah tidak memberikan insentif.

Produk ramah lingkungan kedepan juga akan mendapat keuntungan yang lebih. Pasalnya produk yang tidak ramah lingkungan akan tidak diminati dan menjadi tertinggal. "Sekarang retail mensyarakan plastiknya harus berkelanjutan," ujar Bayu.

Meskipun belum masive, Bayu menambahkan tren produksi produk ramah lingkungan akan terus meningkat meski peningkatannya masih gradual.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×