kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.032   32,00   0,19%
  • IDX 7.095   -89,91   -1,25%
  • KOMPAS100 981   -12,12   -1,22%
  • LQ45 720   -7,16   -0,99%
  • ISSI 254   -3,24   -1,26%
  • IDX30 390   -3,04   -0,77%
  • IDXHIDIV20 485   -2,52   -0,52%
  • IDX80 111   -1,22   -1,09%
  • IDXV30 134   -0,39   -0,29%
  • IDXQ30 127   -0,90   -0,70%

PLN perkirakan potensi kebutuhan listrik di industri smelter Sulawesi capai 4.440 MVA


Jumat, 20 Desember 2019 / 17:07 WIB
ILUSTRASI. Smelter nikel PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) di Konawe, Sulawesi Tenggara,


Reporter: Filemon Agung | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memperkirakan potensi pelanggan industri smelter di wilayah Sulawesi sekitar 4.440 Mega Volt Ampere (MVA). PLN perkirakan potensi pelanggan industri smelter Sulawesi capai 4.440 MVA

Direktur PLN Regional Sulawesi dan Kalimantan Syamsul Huda bilang total kebutuhan ini berasal dari 49 pelanggan smelter.

Baca Juga: Pemerintah siap turun tangan fasilitasi akses pendanaan untuk pembangunan smelter

"Tiga pelanggan sudah dialirkan dengan kebutuhan sebesar 72 MVA dan empat pelanggan lewat Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) sebesar 677 MVA," ungkap Syamsul ditemui di Jakarta, Jumat (20/12).

Syamsul menambahkan, sudah ada 20 pelanggan yang menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PLN dengan total kebutuhan 2.329 MVA. Sementara itu, sisanya yakni sebesar 2.161 MVA dari 24 pelanggan potensial.

Masih menurut Syamsul, secara umum pasokan atau ketersediaan listrik di setiap daerah selama ini mengalami surplus. Kehadiran industri juga akan mendorong konsumsi listrik per kapita.

Baca Juga: PLN: 65% proyek 35.000 MW akan rampung di 2020-2021

Kendati telah surplus, Syamsul memastikan ketika ada kebutuhan untuk smelter maka PLN masih perlu membangun infrastruktur kelistrikan yang sesuai dengan kebutuhan yang ada.




TERBARU

[X]
×