kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

PLN teken 16 proyek listrik senilai Rp 21 T


Jumat, 17 Maret 2017 / 13:18 WIB

PLN teken 16 proyek listrik senilai Rp 21 T


JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) siap menggeber kembali proyek listrik 35.000 MW. Hari ini manajemen PLN menandatangani 16 proyek dengan nilai investasi pembangkit sebesar Rp 21,1 triliun (belum termasuk PLTD), nilai investasi transmisi sebesar Rp 2,1 triliun, dan biaya Long Term Service Agreement (LTSA) senilai Rp 6 triliun.

Proyek ini terdiri dari :


A. Empat kontrak proyek pembangkitan sebesar 927,5 MW :

  1. Proyek PLTGU Muara Tawar Blok 2,3 & 4 Add On Project, 650 MW
  2. PLTMG Bangkanai (Peaker) Stage-2, 140 MW
  3. MPP Paket 7 (Flores, Nabire, Ternate dan Bontang), total 100 MW
  4. PLTD tersebar Lot I dan Lot II, total 37,5 MW

B. Enam Surat Penunjukan (LOI) proyek pembangkitan sebesar 898 MW:

  1. PLTD tersebar Lot IV, total 328 MW
  2. MPP Paket 3 (Merauke, Biak, Tj. Selor, Seram dan Langgur), total 90 MW
  3. MPP Paket 4 (Maumere, Bima, dan Sumbawa), total 140 MW.
  4. MPP Paket 5 (Bau-Bau, Ambon dan Jayapura), total 100 MW
  5. PLTG/MG Riau Peaker, 200 MW
  6. PLTMG Kupang Peaker, 40 MW

C. Enam kontrak pengadaan pembangunan transmisi 500 kV jalur Utara Jawa

  1. SUTET 500 kV Tx (Ungaran Pedan) – Batang
  2. SUTET 500 kV Batang – Mandirancan Seksi 1
  3. SUTET 500 kV Batang – Mandirancan Seksi 2
  4. GITET 500 kV Batang Ext
  5. GITET 500 kV Indramayu
  6. GITET 500 kV Cibatu Baru Ext

PLTGU Muara Tawar sangat strategis untuk memasok listrik ke pusat beban di Jakarta dan sekitarnya. PLTGU Muara Tawar add-on dibangun di lokasi eksisting, untuk melengkapi PLTG yang sudah ada sebelumnya. Dengan memanfaatkan gas buang dari PLTG, PLN dapat memperoleh tambahan kapasitas sebesar 650 MW tanpa adanya tambahan bahan bakar gas/BBM, sehingga efisiensi pembangkit akan meningkat.

PLN juga membangun PLTMG Bangkanai-2 (140 MW) sebagai tambahan kapasitas untuk memenuhi kebutuhan listrik beban puncak sistem Barito. Dengan adanya pembangkit ini, total kapasitas PLTMG Bangkanai akan menjadi 295 MW. Sementara pembangkit-pembangkit peaker dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan listrik, khususnya pada saat beban puncak yang saat ini masih menggunakan BBM.

Untuk memenuhi kebutuhan listrik di daerah-daerah tersebar dengan pembangkit yang efisien, PLN menggunakan MPP (Mobile Power Plant) paket 3, 4, 5 dan 7. Hal ini juga ditujukan untuk mendukung pemerataan akses listrik di wilayah Indonesia Timur.

Pembangkit paket ini menggunakan bahan bakar duel fuel. Artinya, sebelum LNG (Liquid Natural Gas) tersedia, pembangkit bisa menggunakan BBM. Jika LNG sudah tersedia, maka dapat menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) tenaga listrik di lokasi-lokasi tersebut.

“Penggunaan MPP dengan bahan bakar duel fuel sangat diperlukan karena manfaatnya sangat luas. Salah satunya, selain menjawab kebutuhan listrik, kita dapat mengurangi penggunaan pembangkit dengan bahan bakar minyak,” jelas Sofyan Basir, Direktur Utama PLN.


Reporter: Azis Husaini
Editor: Adi Wikanto

Video Pilihan


Close [X]
×