kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

PLTBM Siberut sudah capai 70% konstruksi


Senin, 01 Januari 2018 / 19:11 WIB
PLTBM Siberut sudah capai 70% konstruksi


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Charta Putra Indonesia terus menggeber pengerjaan proyek pembangkit listrik tenaga biomassa (PLTBM) Siberut, Mentawai. Proses pengerjaan akan memasuki fase pemasangan mesin di masing-masing site.

Jaya Wahono, Presiden Direktur CPI menyampaikan bahwa pengiriman mesin sudah sampai. Infrastruktur seperti kabel listrik juga digeber untuk bisa mengaliri listrik untuk tiga desa di wilayah Siberut, Mentawai.

"Mesin sudah di Dermaga Siberut, (persentase) sudah mencapai 70%," ujarnya kepada KONTAN, beberapa waktu lalu.

Dirinya juga bisa menggeber proyek pasalnya pengerjaan PLTBM Siberut tidak akan terganggu dengan iklim politik. Sebab, Pilkada Mentawai sudah usai dan tidak berjalan dengan lancar, sehingga tidak ada hambatan dari sisi politik.

"(Tahun politik) tidak mempunyai korelasi langsung terhadap sektor usaha yang saya jalankan. Pilkada Mentawai kan sudah lewat dan ini Kabupaten yang menjadi lokasi proyek saya," lanjutnya.

PLTBM Siberut nantinya akan memiliki kapasitas 700 Kw dan mengaliri 1200 rumah dan 300 fasilitas umum. Dengan menggunakan bahan bakar bambu ini juga lebih hemat 35% ketimbang desain pembangkit menggunakan bahan bakar minyak.

Saat ini, bambu sebagai bahan bakar akan didapatkan dari hutan masyarakat dengan luas 1.000 hektare. Setiap 1,5 kg bambu akan menghasilkan 1 kwh listrik, sehingga listrik akan bisa dinikmati oleh lebih dari 6.000 orang di wilayah Siberut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×