kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.814.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 17.266   44,00   0,26%
  • IDX 7.072   -34,13   -0,48%
  • KOMPAS100 955   -6,68   -0,69%
  • LQ45 682   -4,42   -0,64%
  • ISSI 255   -2,37   -0,92%
  • IDX30 378   -0,88   -0,23%
  • IDXHIDIV20 463   -1,76   -0,38%
  • IDX80 107   -0,70   -0,65%
  • IDXV30 135   -1,18   -0,87%
  • IDXQ30 121   -0,66   -0,55%

PLTM Salu Noling Segera COD, Kapasitas Kencana Energi (KEEN) Capai 79,5 MW Tahun Ini


Selasa, 28 April 2026 / 21:00 WIB
PLTM Salu Noling Segera COD, Kapasitas Kencana Energi (KEEN) Capai 79,5 MW Tahun Ini
ILUSTRASI. PLTA PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) (Dok/KEEN)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) melanjutkan ekspansi untuk menambah kapasitas terpasang listrik berbasis energi terbarukan. KEEN telah menyiapkan pipeline proyek pembangkit listrik tenaga air (hydro) maupun non-hydro.

Asisten Direktur Keuangan dan Hubungan Investor  Kencana Energi Lestari, Enriko Maknawi mengungkapkan  KEEN memiliki portofolio proyek yang sedang tahap penyelesaian, persiapan konstruksi, tender dengan PT PLN (Persero), serta perencanaan proyek untuk beberapa tahun ke depan. Pada tahun ini, KEEN optimistis bisa menambah kapasitas terpasang melalui pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Mini-hidro (PLTM) Salu Noling.

KEEN menargetkan PLTM Salu Noling bisa beroperasi komersial atau Commercial Operation Date (COD) pada Juni 2026. Progres proyek yang berlokasi di Sulawesi Selatan ini sudah mencapai lebih dari 98% per April 2026. "Jadi Perusahaan sangat yakin bahwa akan COD tepat waktu tahun ini," kata Enriko dalam paparan publik pada Selasa (28/4/2026).

Baca Juga: Pendapatan ASSA Tumbuh 11% di Kuartal I-2026, Tapi Laba Tertekan Beban Operasional

Proyek pembangkit listrik berkapasitas 10 Megawatt (MW) ini memiliki nilai investasi sebesar US$ 24,5 juta. Setelah beroperasi, KEEN memproyeksikan PLTM Salu Noling bisa berkontribusi sekitar 31,8 gigawatt hour (GWh) pada tahun ini. Setelah itu, PLTM Salu Noling bakal beroperasi setahun penuh untuk memproduksi sekitar 63,6 GWh. 

Dengan beroperasinya PLTM Salu Noling, kapasitas terpasang KEEN pada tahun ini bakal mencapai 79,5 MW. Sebagai perbandingan, KEEN memiliki kapasitas terpasang sebesar 69,5 MW per tahun 2025 yang mencakup Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), PLTM, Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Enriko menambahkan, KEEN akan segera memulai pembangunan PLTS Tobelo dengan kapasitas 10 MW yang dilengkapi dengan Battery Energy Storage System (BESS) sebesar 8,4 MWh. Pada 19 Januari 2026, KEEN melalui anak usahanya telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) dengan PLN.

"Kami akan memulai konstruksi PLTS ini pada kuartal II-2026 dan kami diberi waktu dua tahun untuk membangun PLTS tersebut. Setelah selesai, PLTS Tobelo akan menghasilkan listrik yang besarnya kira-kira 20.400 MWh per tahun," jelas Enriko.

Enriko optimistis terhadap prospek pengembangan bisnis KEEN ke depan. Sebab, strategi ekspansi KEEN sejalan dengan rencana pemerintah dan PLN yang akan menambah kapasitas listrik dari Energi Baru dan Terbarukan (EBT) secara agresif dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025 - 2034.

"Kami sebagai perusahaan EBT sangat bullish untuk industri ini ke depannya. Kami telah menyiapkan pipeline yang bisa dibilang cukup ambisius," ujar Enriko.

Saat ini, KEEN memiliki pipeline proyek ekspansi sekitar 500 MW. Meliputi rencana penambahan pembangkit listrik tenaga hydro lebih dari 250 MW, tenaga surya +60 MW, tenaga bayu +162 MW dan biomassa / biogas lebih dari 20 MW.

Portofolio ekspansi PLTS tersebut belum memasukkan potensi proyek yang dapat dikerjakan oleh KEEN jika bersinergi dengan sister company Kencana Agri yang bergerak di bidang perkebunan sawit. "Karena sebenarnya banyak sekali land bank yang kami bisa pakai, 1 hektare itu bisa disamakan dengan 1 MW. Jadi potensi untuk sinergi dengan sister company kami sangat luas," jelas Enriko.

KEEN sedang mengikuti tender dari PLN untuk proyek PLTA berkapasitas sekitar 180 MW dan PLTS dengan kapasitas sekitar 16 MW. Adapun, tender proyek PLTA tersebut mencakup tiga proyek pembangkit. 

Direktur Kencana Energi Lestari, Giat Widjaja mengungkapkan bahwa KEEN telah memenangkan dua dari tiga tender tersebut. Saat ini, KEEN masih dalam proses negosiasi Power Purchase Agreement (PPA) dengan PLN. "Kami berharap secepatnya bisa selesai PPA. Jadi prinsipnya, dua sudah dimenangkan, satu masih menunggu progresnya," kata Giat.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Kencana Energi Lestari, Wilson Maknawi mengungkapkan nasib PLTA Pakkat, pembangkit KEEN yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara pada Desember 2025 lalu. PLTA berkapasitas 18 MW ini sedang dalam proses pemulihan atau rehabilitasi.

KEEN menargetkan PLTA Pakkat bisa kembali beroperasi penuh pada tahun 2027. Dengan kondisi force majeure ini, KEEN akan mendapatkan perpanjangan kontrak dari PLN sesuai dengan masa pemulihan pembangkit. Selain itu, Wilson pun mengatakan pemulihan PLTA Pakkat akan ditanggung oleh asuransi.

"Jangka waktu rehabilitasi akan ditambahkan kepada total jangka waktu kontrak, jadi tidak ada loss of income. Untuk asuransi, saat ini kami masih (komunikasi) intensif dengan pihak estimator dan pihak asuransi. Pada semangatnya, proses ini berjalan dengan lancar, dan semua kerugian juga bisa dapat diganti rugi," terang Wilson.

Baca Juga: Dukung Program E20, PTPN Group, Pertamina dan Medco Kerjasama Pengembangan Bioetanol

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×