Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PT Polytama Propindo (Polytama) terus memperluas sinergi kolaborasi guna memperkuat kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.
Produsen resin polipropilena ini menegaskan komitmennya saat menerima kunjungan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Barat bersama Kantor Perwakilan Cirebon di plant site Polytama.
Baca Juga: ASMINDO Jaga Akses Bahan Baku Premium dari AS untuk Dorong Ekspor Furnitur
Finance & Business Development GM Polytama Muhammat Slamet mengatakan, kolaborasi dengan otoritas ekonomi menjadi bagian penting dari strategi perusahaan untuk terus bertumbuh secara berkelanjutan.
“Sinergi antara otoritas ekonomi dan pelaku industri ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri nasional, sekaligus menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi pengembangan sektor manufaktur,” ujarnya melalui keterangan resmi Rabu (25/2/2026).
Bahas Dinamika Industri Petrokimia
Kunjungan tersebut menjadi forum diskusi terkait kondisi industri petrokimia di Jawa Barat.
Agenda tahunan Bank Indonesia Cirebon ini untuk pertama kalinya melibatkan tim provinsi guna memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai dinamika industri.
Baca Juga: Elnusa Petrofin Ambil Peran di Green Terminal Tanjung Sekong
Dalam paparannya, manajemen Polytama menyampaikan kinerja perusahaan, strategi bisnis, serta rencana ekspansi, termasuk kontribusi melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di Indramayu.
Setiap pengembangan disebut dilakukan dengan memperhatikan kepatuhan regulasi, kesiapan infrastruktur, serta dukungan pemangku kepentingan.
Polytama juga mengajak rombongan BI melakukan plant tour untuk melihat langsung fasilitas produksi polipropilena, sehingga otoritas moneter dapat memahami kapabilitas produksi dan peran perusahaan dalam rantai pasok industri petrokimia nasional.
Industri Pengolahan Tumbuh 5,58%
Kepala Perwakilan BI Cirebon Wihujeng Ayu Rengganis menyampaikan, sektor industri pengolahan menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. Pada triwulan IV, pertumbuhan tercatat 5,58%, melampaui ekspektasi.
Baca Juga: Chandra Asri (TPIA) Memacu Utilisasi Hingga 95% di tengah Lonjakan Kapasitas Produksi
Menurutnya, dialog langsung dengan pelaku industri penting untuk memperoleh insight lapangan sebagai bahan asesmen triwulanan dan perumusan kebijakan ekonomi.
Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat, Cecep Ridwan, menambahkan kunjungan lapangan membantu memperkaya perspektif otoritas moneter dalam merumuskan kebijakan berbasis kondisi riil industri.
Katalis Ekonomi Indramayu
Sebelumnya, Bank Indonesia menempatkan Polytama sebagai salah satu katalis pertumbuhan ekonomi Indramayu.
Investasi perusahaan dinilai memperkuat ekosistem industri strategis di kawasan Ciayumajakuning, menciptakan efek berganda bagi kontraktor, penyedia jasa lokal, hingga UMKM pendukung.
Baca Juga: Bos Agrinas Klaim Impor 105.000 Pikap dari India Hemat Rp 46,5 Triliun
Direktur PT Polytama Propindo Dwinanto Kurniawan menegaskan, komitmen perusahaan untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan ekonomi daerah melalui investasi berkelanjutan serta program pemberdayaan masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, Polytama dinilai mampu memperkuat posisi Indramayu sebagai pusat industri strategis di Jawa Barat sekaligus menopang pertumbuhan industri petrokimia nasional.
Selanjutnya: BEI Umumkan Hasil Evaluasi Indeks Economic 30, BBYB-BKSL Jadi Penghuni Baru
Menarik Dibaca: Promo Alfamart Kebutuhan Dapur 16-28 Februari 2026, Bumbu-Kornet Diskon hingga 50%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)