kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Porsi penyaluran benih subsidi Sang Hyang dipotong


Minggu, 05 April 2015 / 14:56 WIB
Porsi penyaluran benih subsidi Sang Hyang dipotong
ILUSTRASI. Indonesia Battery Corporation (IBC) berencana meningkatkan kepemilikan saham pada proyek pabrik baterai kendaraan listrik./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/16/11/2021.


Reporter: Mona Tobing | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Pemerintah memutuskan untuk mengurangi alokasi penyaluran benih subsidi oleh PT Sang Hyang Seri (SHS). Pasalnya, munculnya penolakan dari dua provinsi benih yang diproduksi oleh SHS.

Sebagai gantinya, PT Pertani yang akan mengambil alih persentase alokasi SHS. Sebelumnya memang alokasi penyebaran benih dari SHS lebih tinggi sedikit sebesar 60%. Sisanya, 40% oleh Pertani. Namun kondisi tersebut berubah pasca dua provinsi yakni Sumatera Barat dan Jambi menolak benih subsidi dari SHS.

Alasan penolakannya karena bibit SHS tidak cocok dan kualitasnya kurang baik. Mereka sudah secara mandiri memproduksi benih lebih bagus. Hasil menegaskan penolakan atas benih SHS tidak akan mengganggu datangnya musim tanam pada bulan ini.

"Mereka menolak karena sudah bisa menghasilkan benih sendiri. Tapi kami masih memberikan pilihan untuk beralih ke Pertani," kata Dirjen Tanaman Pangan Kemtan Hasil Sembiring.

Pengadaan dan penyaluran benih sebesar 50% oleh SHS dan 50% untuk Pertani terlihat dari nilai kontrak yang ditandatangani keduanya. Dalam catatan yang KONTAN terima dengan pagu DIPA benih bersubsidi sebesar Rp 939,4 miliar. Total nilai kontrak untuk benih subsidi pangan kedua BUMN tersebut mencapai Rp 138,32 miliar yang secara merata dibagi dua.

Jenis benih yang disubsidi ada empat yakni: benih inbrida dengan volume 9,85 juta ton. Lalu, benih padi hibrida sebesar 15.000 ton. Jagung hibrida sebesar 1.500 ton dan kedelai sebesar 150.000 ton. Untuk diketahui, harga eceran tertinggi (HTE) benih untuk padi inbrida sebesar Rp 3.050 per kg. Benih padi Hibrida sebesar Rp 5.700 per kg dan benih jagung hibrida Rp 16.300 per kg. Benih kedelai Rp 5.200 per kg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×