kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.884   -16,00   -0,09%
  • IDX 7.916   -19,65   -0,25%
  • KOMPAS100 1.115   -1,69   -0,15%
  • LQ45 811   -4,28   -0,53%
  • ISSI 278   0,32   0,11%
  • IDX30 424   -2,29   -0,54%
  • IDXHIDIV20 510   -4,57   -0,89%
  • IDX80 125   -0,32   -0,25%
  • IDXV30 138   -1,06   -0,77%
  • IDXQ30 138   -0,93   -0,67%

Potensi ekspor salak besar tapi minim promosi


Minggu, 29 Januari 2012 / 19:51 WIB
Potensi ekspor salak besar tapi minim promosi
ILUSTRASI. Karyawan melintas di depan papan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta. KONTAN/Carolus Agus Waluyo


Reporter: Handoyo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Potensi buah lokal nampaknya masih menjanjikan untuk pasar ekspor, salah satunya adalah salak. Namun sayangnya, minimnya promosi membuat pasar ekspor salak belum banyak mengenal buah salak ketimbang buah-buah lain seperti mangga.

"Kurangnya promosi menjadikan buah ini kalah bersaing dengan jenis buah yang lain," kata Komar Muljawibawa, Direktur PT Alamanda Sejati Utama, salah satu eksportir buah salak (28/1).

Berdasarkan perhitungan Komar, dari 50 ton ekspor buah tropis Indonesia, sebesar 5% atau sekitar 2,5 ton-4 ton merupakan buah salak. Ia menambahkan, permintaan buah salak relatif stabil dari tahun ke tahun.

Pasar utama untuk komuditas buah bernama latin salacca zalacca ini antara lain Singapura, Hongkong dan China. Harga jual salak untuk pasar ekspor juga bervariasi, mulai dari Rp 20.000 per kilogram (kg) sampai dengan harga Rp 30.000 per kg. "Sementara harga beli dari petani sebesar Rp 8.000 per kg-Rp 10.000 per kg," terang Komar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×