kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Prodia Widyahusada (PRDA) Targetkan Pendapatan Tumbuh hingga 5% pada 2026


Selasa, 14 Juli 2026 / 18:34 WIB
Prodia Widyahusada (PRDA) Targetkan Pendapatan Tumbuh hingga 5% pada 2026
ILUSTRASI. PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) membidik pertumbuhan kinerja pada tahun 2026. Ambisi ini sejalan dengan pencapaian positif yang berhasil diraih (TRIBUN/HO)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) membidik pertumbuhan kinerja pada tahun 2026. Ambisi ini sejalan dengan pencapaian positif yang berhasil diraih perusahaan pada kuartal pertama dan kuartal kedua tahun ini.

Direktur Prodia Widyahusada Marina Eka Amalia menuturkan laju bisnis perusahaan menunjukkan tren positif. Pada kuartal I-2026, PRDA membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 3,8% secara tahunan (YoY), yang disebut menjadi capaian terbaik untuk periode kuartal pertama dalam dua tahun terakhir.

"Jadi kalau dari revenue, kita bisa lihat di sini kita tumbuh 3,8%. Bisa saya sampaikan di sini ini adalah yang terbaik kurang lebih di dua tahun terakhir. Untuk kuartal I ya, karena biasanya kan seasonality di periode itu kita kurang bagus loh, karena ada bulan puasa, seasonality yang biasa terjadi di kuartal I. Nah, ini pencapaian kami cukup baik," ujar Marina dalam acara media gathering, Selasa (14/7/2026).

Ia mengklaim, tren pertumbuhan tersebut berlanjut pada kuartal kedua. Namun, manajemen belum bisa membeberkan lebih detail karena laporan keuangan semester I-2026 masih dalam proses penyusunan.

Baca Juga: Alokasi Belanja Modal Prodia (PRDA) Dipangkas Jadi Rp 150 Miliar di 2026

Sejalan dengan tren tersebut, PRDA menargetkan pertumbuhan pendapatan pada kisaran mid single digit atau 3%-5% sepanjang 2026, sementara laba bersih diharapkan dapat bertumbuh pada level low teens.

"Kalau guidance kami pasti sampaikan sesuatu yang reachable walaupun kalau di internal, kami pasti punya guidance yang lebih strong lagi. Untuk top line memang yang kami sampaikan adalah di mid single digit, setidaknya sekitar 3%-5% itu yang memang kita coba achieve, syukur-syukur bisa lebih dari itu. Untuk bottom line setidaknya kita akan coba achieve di low teens, itu upaya kita," jelas Marina.

Untuk mencapai target tersebut, PRDA menyusun strategi bisnis yang terbagi dalam empat pilar utama. Pertama, memperkuat bisnis inti (existing business) melalui optimalisasi layanan klinis, peningkatan bauran tes bernilai tinggi (high value test) seperti tes esoterik, optimalisasi segmen pelanggan, penguatan bisnis digital, serta ekspansi jaringan layanan.

Pilar kedua adalah pengembangan sumber pendapatan baru (new revenue stream). Sepanjang semester pertama tahun ini, perusahaan telah meluncurkan Autoimmune and Allergy Clinic pada Februari, Stem Cell Clinic pada April melalui kolaborasi dengan Prostem, serta Prodia Women's Health Center pada Juni.

"Walaupun bisnis rutin kita itu pasti lab, itu yang sudah memang core-nya Prodia, kami terus berinovasi untuk melakukan ekspansi bisnis, selain core-nya, digitalisasi yang sudah begitu masif," ujar Marina.

PRDA juga akan mengembangkan layanan kesehatan yang lebih personal (personalized health services), memperluas tes dengan margin tinggi, serta memperkuat kemitraan dengan rumah sakit, perusahaan asuransi, hingga pemerintah, termasuk melalui program Prolanis BPJS.

Selain itu, PRDA juga terus memperkuat kapabilitas digital dan implementasi aspek environmental, social, and governance (ESG) dalam operasional perusahaan sebagai bagian dari persiapan kepatuhan terhadap standar IFRS yang mulai berlaku tahun depan.

Hingga kuartal pertama 2026, PRDA telah mengoperasikan 392 outlet yang tersebar di 34 provinsi. Rencananya, pada tahun ini Prodia akan membuka dua hingga tiga outlet baru yang diharapkan dapat terealisasi pada semester kedua.

Dari sisi belanja modal atau capital expenditure (capex), PRDA mengalokasikan dana sebesar Rp 150 miliar hingga Rp 200 miliar untuk sepanjang 2026. Hingga saat ini, realisasi capex telah mencapai sekitar Rp 20 miliar.

 

“Kami alokasikan Rp 150 miliar-Rp 200 miliar untuk full year 2026. Karena kalau dilihat dari tahun-tahun sebelumnya kita lebih sedikit ya (alokasi capex), karena proses transformasi digital kami sudah banyak selesai di tahun-tahun sebelumnya jadi kita lebih banyak memetik sekarang," pungkas Marina.

Dari sisi kinerja keuangan, PRDA mencatat pendapatan sebesar Rp 501,4 miliar pada kuartal I-2026, naik 3,8% secara tahunan atau year on year (YoY).

Kinerja ini ditopang oleh kontribusi utama dari segmen tes rutin dan tes esoterik yang menunjukkan permintaan berkelanjutan, sekaligus menjadi capaian pendapatan kuartal pertama tertinggi dalam dua tahun terakhir.

Sejalan dengan itu, beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp 229,3 miliar atau naik 4,4% YoY, seiring peningkatan jumlah kunjungan dan volume pemeriksaan. Meski demikian, efisiensi operasional yang dijalankan perseroan mampu menjaga profitabilitas.

Alhasil, laba bersih PRDA pada kuartal I-2026 melonjak 150,1% YoY menjadi Rp 17,9 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan pendapatan serta optimalisasi harga pokok penjualan dan biaya operasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×