kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   30.000   1,05%
  • USD/IDR 17.157   13,00   0,08%
  • IDX 7.624   -52,36   -0,68%
  • KOMPAS100 1.056   -6,56   -0,62%
  • LQ45 760   -4,37   -0,57%
  • ISSI 277   0,16   0,06%
  • IDX30 404   -2,51   -0,62%
  • IDXHIDIV20 489   -2,28   -0,46%
  • IDX80 118   -0,60   -0,51%
  • IDXV30 138   1,46   1,07%
  • IDXQ30 129   -0,80   -0,62%

Produksi CPO di Sumbar Mulai Normal


Jumat, 09 Oktober 2009 / 19:20 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Industri CPO (Crude palm oil) di Sumatera Barat mulai normal kembali, kendati belum pulih 100% akibat gempa pada Rabu (30/10). “Sebagian mesin sudah bisa beroperasi, bisa dikataan pulih 80%” kata Bambang Aria Wisena, Ketua Bidang Organisasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) kepada KONTAN, Jumat (9/10).

Pabrik yang sudah mulai beroperasi itu, di antaranya, PT Bakrie Sumatera Plantation yang berada di Kabupaten Pasaman. Di pabrik tersebut terjadi beberapa kerusakan namun tidak parah. “Ada kerusakan pada mesin yang bekerja namun tidak sampai pabriknya rubuh,” kata Bambang yang juga Direktur Komersial PT Bakrie Sumatra Plantation Tbk

Selain itu, kerusakan infrastruktur produksi juga dialami oleh anggota GAPKI lainnya, yakni PT Inkasi Raya dan PT Gersindo. “Laporan anggota kerusakannya tidak terlalu parah dan tidak sampai pabriknya ambruk,” jelas Bambang. Menurutnya, pihak pabrik harus melakukan pengecekan ulang lagi mengenai kondisi mesin.

Namun, salah satu anggota GAPKI yang pabriknya mengalami kerusakan parah adalah PT Usaha Inti Padang. Aktivitas bisnis perusahaan itu sempat lumpuh selama tiga hari karena kerusakan mesin pengolah sawit.

Namun, mulai kemarin mesin pabrik sudah bisa dioperasionalkan. “Mulai hari ini sudah produksi,” kata Muhammad Suanto, pegawai bagian operasional di PT Usaha Inti Padang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×