kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.559.000   -11.000   -0,43%
  • USD/IDR 18.192   -10,00   -0,05%
  • IDX 5.282   16,18   0,31%
  • KOMPAS100 686   3,41   0,50%
  • LQ45 539   6,45   1,21%
  • ISSI 177   -2,03   -1,14%
  • IDX30 303   3,34   1,12%
  • IDXHIDIV20 406   6,22   1,56%
  • IDX80 79   0,40   0,52%
  • IDXV30 112   0,64   0,58%
  • IDXQ30 102   1,33   1,33%

Produksi Freeport Indonesia tahun 2019 dan 2020 akan turun hingga 50%


Minggu, 28 Juli 2019 / 08:53 WIB


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Noverius Laoli

"Tahun ini dan tahun depan pendapatan kami akan berkurang karena produksinya berkurang, tetapi tahun 2021 akan menanjak kembali dan tahun 2022 kembali normal," lanjutnya.

Tahun 2022 perusahaan akan bisa menambang 200.000 ton ore per harinya, sedangkan tahun ini dan tahun depan hanya 120.000 ton ore per hari. Yang jelas, saat ini kontributor produksi terbesar berasal dari tambang bawah tanah, sedangkan Grasberg akan berakhir masa penambangannya tahun ini.

Baca Juga: Menteri BUMN berharap semakin banyak warga Indonesia yang bekerja di Freeport

"Tahun 2022 sudah bisa sampai 200.0000 ton ore, 2021 mungkin hanya 60juta ton per tahun. Sedangkan tahun 2020 masih rendah sekitar 40 jutaan ton per tahun," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×