Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Anna Suci Perwitasari
Sebagaimana diketahui harga minyak mentah dunia telah anjlok dan pernah mencapai US$ 30 per barel, sebagai akibat dari banjir pasokan di pasar serta lemahnya permintaan global buntut pandemi.
Agus pun berharap dalam situasi lemahnya permintaan ditambah harga minyak mentah dunia yang rendah Pemerintah bersedia memberikan insentif terhadap industri hulu migas demi mengurangi tekanan.
Lebih lanjut, meski mengelola wilayah kerja migas yang telah berada pada fase penurunan produksi secara alamiah, tapi Agus mengatakan PHM tetap berupaya untuk dapat memberikan kontribusi yang baik bagi penerimaan negara. PHM mengupayakan untuk menghasilkan cost efficiency, melalui berbagai inovasi terutama dalam kegiatan pengeboran dan pemeliharaan sumur.
Penghematan tersebut akan menurunkan pula biaya-biaya yang harus dibayarkan kembali oleh negara kepada kontraktor (cost recovery), yang hingga September 2020 nilai optimasi itu mencapai US$ 303,85 juta.
Baca Juga: Pertamina EP Cepu raih 1,5 juta jam kerja selamat untuk pengeboran gas proyek JTB
Masih menurut Agus, pada tahun 2020 PHM menargetkan akan mengebor 79 sumur tajak, dan 1 sumur eksplorasi (South Peciko), hingga akhir September 2020 telah dibor sebanyak 63 sumur tajak dan 1 sumur eksplorasi. Banyaknya jumlah sumur yang dibor merupakan upaya untuk memaksimalkan cadangan hidrokarbon yang tersedia, karena cadangan dan produksi dari sumur-sumur yang ada sudah semakin marjinal.
Sebagai perbandingan, pada 2019 PHM mengebor sebanyak 127 sumur tajak dari target 118 sumur. "Hal yang patut dibanggakan adalah kemampuan para engineer di PHM membuat berbagai inovasi untuk mempersingkat durasi pengeboran dan menghemat biaya," kata Agus.
Untuk aktifitas well services, pada 2020 PHM menargetkan 4.178 kegiatan dan telah diselesaikan 3.595 pekerjaan, untuk well workover dari target 69 pekerjaan telah terselesaikan 59 pekerjaan. Sebagai perbandingan, pada 2019 PHM melaksanakan 6.948 pekerjaan pemeliharaan sumur.
Dalam hal ini PHM berhasil mengembangkan berbagai teknik, seperti penyelesaian sumur (completion) tanpa menggunakan rig (rigless), yang berhasil menurunkan keseluruhan biaya sumur.
Selanjutnya: Akibat Covid-19, target tambahan 140 MW listrik panas bumi mundur ke semester I-2021
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)