kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.871.000   -20.000   -1,06%
  • USD/IDR 16.445   -75,00   -0,45%
  • IDX 7.107   66,36   0,94%
  • KOMPAS100 1.034   12,73   1,25%
  • LQ45 806   9,73   1,22%
  • ISSI 223   1,91   0,86%
  • IDX30 421   5,94   1,43%
  • IDXHIDIV20 502   10,81   2,20%
  • IDX80 116   1,41   1,23%
  • IDXV30 120   2,66   2,27%
  • IDXQ30 138   2,04   1,50%

Produksi Jagung Diprediksi Masih Mengalami Penurunan di Awal 2024


Rabu, 03 Januari 2024 / 15:41 WIB
Produksi Jagung Diprediksi Masih Mengalami Penurunan di Awal 2024
ILUSTRASI. Buruh tani membungkus serbuk sari tanaman jagung menggunakan kantong kertas sebelum dilakukan penyerbukan silang buatan di areal pertanian Desa Plandi, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (25/7/2023). BPS: Produksi Jagung diprediksi masih Defisit pada Awal Tahun 2024


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi jagung terus mengalami defisit pada awal tahun 2024. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyebutkan kondisi seperti ini sudah terjadi sejak akhir tahun lalu. 

Catatan BPS, pada November 2023 produksi jagung sudah mulai turun menjadi 1,17 juta ton, kemudian turun lagi di bulan Desember menjadi 0,89 juta ton. Selanjutnya Januari dan Februari 2024 produksi jagung diperkirakan turun kembali hanya mencapai 0,56 juta ton. 

Baca Juga: Jelang Akhir Tahun 2023, Permintaan Jagung Manis Melonjak

"Produksi jagung nasional dalam pipilan kering diperkirakan akan mengalami penurunan sepanjang Januari-Februari 2024," kata Amalia dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi, Rabu (3/1). 

Amalia menyebut penurunan produksi jagung ini harus menjadi perhatian. Sebab, 94,88% penggunaan jagung ini untuk memenuhi kebutuhan industri termasuk industri pakan ternak. 

Dengan demikian, penurunan produksi jagung ini bukan hanya berpotensi menaikkan harga pakan, melainkan juga harga daging ayam ras dan telur ayam ras. 

Baca Juga: Impor Beras Tahun Depan untuk Amankan Cadangan Beras Pemerintah

"Jagung harus jadi perhatian karena ini juga terkait inflasi yang kemarin juga sering muncul membawa andil inflasi adalah daging ayam dan telur ras," jelas Amalia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Driven Financial Analysis Thrive

[X]
×