kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Produksi kedelai hingga Agustus lewatin kinerja 2017


Kamis, 16 Agustus 2018 / 11:08 WIB
Produksi kedelai hingga Agustus lewatin kinerja 2017
ILUSTRASI. Kedelai untuk produksi tahu


Reporter: Annisa Maulida | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kemtan) prediksi Januari-Agustus 2018 produksi kedelai dalam negeri naik pesat dibandingkan 2017. Upaya pemerintah memperluas lahan tanam kedelai menjadi salah satu pendorongnya.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kemtan, Sumardjo Gatot Irianto mengatakan, berdasarkan angka ramalan (Aram) 2018, produksi kedelai hingga Agustus mencapai 693.786 ton. Jumlah tersebut sudah melewati produksi tahun 2017 yang hanya 538.728 ton.

"Produksi kedelai tahun ini sangat bagus, jauh lebih baik dari tahun lalu," jelas Sumardjo saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (15/8).

Sumardjo optimistis produksi kedelai masih akan bertambah hingga tutup tahun. Prakiraan produksi kedelai hingga 2018 akhir mencapai 967.866 ton atau bertambah 429.138 ton dari pencapaian tahun 2017. Angka itu tumbuh sebanyak 79,66% year on year (yoy).

Meskipun produksi meningkat, produsen tempe dan tahu masih kekurangan kedelai sebagai bahan baku. Produsen tahu tempe masih mengharapkan pasokan dari kedelai impor.

"Kebutuhan kedelai dalam negeri per tahun 2,4 juta-2,6 juta ton. 70%-80% kebutuhan tersebut masih dipenuhi oleh kedelai impor," ujar Sumardjo.

Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) Aip Syarifuddin berpendapat, kenaikan produksi kedelai belum menjamin pasokan bagi pengusaha tahu tempe.

Kedelai lokal hanya dapat memenuhi sebagian kebutuhan di masing-masing daerah. "Untuk daerah-daerah itu saja tidak cukup. Oleh karena itu, selalu disuplai dengan kedelai impor," ujar Aip.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×