kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Produksi tahu-tempe di Polman jalan terus


Senin, 09 September 2013 / 14:52 WIB
Produksi tahu-tempe di Polman jalan terus
ILUSTRASI. Konsumen memeriksa saldo uang elektronik melalui mobile banking sebelum digunakan di Tangerang Selatan. Pho. KONTAN/Carolus Agus Waluyo.


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

POLEWALI MANDAR. Ajakan aksi mogok nasional selama tiga hari kepada perajin tempe dan tahu, sebagai bentuk protes atas melambungnya harga kedelai tak berlaku di Polewali Mandar.

Puluhan pengusaha yang menggantungkan hidup mereka pada usaha tahu tempe, Senin (9/9/2013) tetap berproduksi melayani pelanggan. Umumnya, mereka beralasan tak bisa menghentikan usaha karena tak punya sumber penghasilan lain.

Pemandangan itu setidaknya terlihat di Kelurahan Sumber Rejo, Bumi Ayu, Polewali Mandar. Para perajin itu pun mengaku khawatir jika menghentikan usaha, maka mereka akan semakin kesulitan untuk melunasi cicilan kredit usaha.

“Kami pinjam uang kredit untuk mengelola usaha, kalau berhenti sehari mau dapat uang darimana untuk membayar cicilan kredit. Biarpun untungnya sangat kecil kapi tetap berusaha berproduksi agar utang tetap bisa dibayar,” ujar Sugito,s alah satu perajin tahu tempe di Kelurahan Sumberejo.

Sugito mengatakan, biasanya dia mempekerjakan lima orang, namun kini tinggal dua orang saja. Itu pun produksinya dikurangi sampai 50 persen lebih.

Saat ini, kedelai yang biasanya hanya dibeli dengan harga Rp 7.600 per kilogram, dibeli dengan harga Rp 9.500, bahkan sampai Rp 10.00 per kilogram.

Para perajin pun memutar otak untuk menyiasati kondisi tersebut. Salah satunya dengan mencampurkan kedelai dengan jagung. (Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×