kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.345.000 -0,88%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Produksi TBS Austindo Nusantara Jaya (ANJT) Meningkat 8,7% pada Kuartal I-2023


Selasa, 02 Mei 2023 / 12:25 WIB
Produksi TBS Austindo Nusantara Jaya (ANJT) Meningkat 8,7% pada Kuartal I-2023
ILUSTRASI. Aktivitas pabrik?kelapa sawit PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT).


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) mencatatkan produksi Tandan Buah Segar (TBS) sebesar 189.662 metrik ton (mt) di kuartal I-2023. Jumlah produksi meningkat 8,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 174.424 mt. 

Peningkatan tersebut terutama dikontribusikan oleh perkebunan yang telah melakukan replanting, atau penanaman kembali di perkebunan di Pulau Belitung, Sumatra Utara I serta perkebunan Sumatra Utara II dan Kalimantan Barat.

Sementara, produksi CPO (Crude Palm Oil) dan PK (Palm Kernel) menurun sebesar 0,6% dan 2,5% menjadi 60.051 mt dan 11.517 mt. Alhasil, penjualan CPO ikut menurun sebesar 3.3% menjadi 58.103 mt dibandingkan 60.057 mt pada periode yang sama tahun 2022. 

Baca Juga: Austindo Nusantara Jaya (ANJT) Catatkan Penurunan Produksi pada Kuartal I

Nopri Pitoy, Direktur Keuangan ANJ, menjelaskan bahwa penurunan produksi CPO dan PK terutama dikarenakan penurunan pembelian buah luar di salah satu perkebunan yang diakibatkan oleh pembatasan akses jalan pada ukuran truk pengantar TBS. 

Akan tetapi, sejak April 2023, ANJ telah meningkatkan kembali pembelian TBS eksternal di perkebunan tersebut. Sementara itu, perkebunan Papua Barat Daya kami mengalami penurunan produksi TBS sebesar 8,1% akibat tandan partenokarpi yang disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi selama tahun 2022. 

“Sehingga hal itu mempengaruhi pembentukan buah dan sebagai akibatnya juga mempengaruhi kualitas TBS yang dikirim ke pabrik sehingga turut berkontribusi pada penurunan produksi,” ujar Nopri dalam keterangan resmi, Selasa (2/5). 

Di tengah kondisi penurunan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) CPO dan PK yang terkoreksi sebesar 27,5%, ANJT juga mencatatkan penurunan pendapatan dan membukukan EBITDA sebesar USD6,6 juta pada Q1 2023 lebih rendah dibandingkan USD23,7 juta pada Q1 2022, serta rugi bersih sebesar USD3,9 juta.

Baca Juga: Austindo Nusantara Jaya (ANJT) Turun di Kuartal I-2023, Ini Penyebabnya




TERBARU

[X]
×