kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Industri Farmasi Genjot Inovasi Medis lewat Dukungan Riset Peneliti Muda


Jumat, 29 Agustus 2025 / 16:58 WIB
Industri Farmasi Genjot Inovasi Medis lewat Dukungan Riset Peneliti Muda
ILUSTRASI. Daewoong Foundation resmi membuka pendaftaran Young Medical Scientist Research Grant 2025, program pendanaan riset yang ditujukan bagi peneliti muda Indonesia dengan tawaran dukungan hingga Rp600 juta untuk proyek berdurasi satu tahun.


Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri farmasi kian gencar memperkuat ekosistem riset dengan melibatkan generasi muda peneliti. 

Daewoong Foundation resmi membuka pendaftaran Young Medical Scientist Research Grant 2025, program pendanaan riset yang ditujukan bagi peneliti muda Indonesia dengan tawaran dukungan hingga Rp 600 juta untuk proyek berdurasi satu tahun.

Inisiatif ini mencerminkan meningkatnya peran lembaga internasional dalam mendorong kapasitas penelitian Indonesia, khususnya di bidang farmasi dan kesehatan. 

Tahun ini, riset yang diprioritaskan mencakup terapi gen, penemuan obat berbasis kecerdasan buatan, terapi sel inovatif, hingga penelitian senyawa penuaan dengan model primata non-manusia. Fokus tersebut sejalan dengan tren global yang mengarah pada pengembangan terapi presisi dan pemanfaatan teknologi mutakhir.

Baca Juga: Daewoong Targetkan RI Jadi Hub Riset Klinis, Studi Fexuprazan Catat Hasil Positif

Menurut Soyeon Cho, Manager Daewoong Foundation, dukungan riset ini menjadi sarana memperkuat daya saing peneliti Indonesia di panggung global. 

"Kami ingin menemukan talenta unggul yang tidak hanya berkontribusi bagi perkembangan teknologi medis nasional, tetapi juga dapat bersaing secara internasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (29/8/2025).

Program ini terbuka bagi peneliti berusia di bawah 45 tahun dengan latar belakang medis, farmasi, kedokteran hewan, maupun doktoral, dan berlangsung dari Desember 2025 hingga November 2026. Pendaftaran dilakukan secara daring hingga 12 September 2025.

Baca Juga: Daewoong Akuisisi Alam Kulkul Boutique Resort

Selain memberikan dukungan finansial, Daewoong Foundation juga menekankan pentingnya kolaborasi akademik. Selama empat dekade, lembaga ini telah menjalankan berbagai inisiatif, termasuk beasiswa, kerja sama riset dengan universitas seperti UI dan ITB, hingga pengembangan program sosial kesehatan masyarakat.

Bagi industri farmasi, dukungan terhadap riset peneliti muda dipandang penting untuk mempercepat penemuan solusi kesehatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan pendanaan semacam ini, peluang lahirnya inovasi medis dari Indonesia diyakini akan semakin besar di masa mendatang.

Baca Juga: Masuk ke Sektor Hospitality, Daewoong Akuisisi Alam Kulkul Boutique Resort di Bali

Selanjutnya: Bisnis Waralaba Dinilai jadi Jalan Cepat Tumbuhkan Entrepreneur

Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Besok Sabtu 30 Agustus 2025: Keuangan & Karier Leo Paling Beruntung

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×