kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Progres Smelter Tembaga Amman Mineral (AMMN) Sudah Capai 76,1%


Selasa, 06 Februari 2024 / 05:30 WIB
Progres Smelter Tembaga Amman Mineral (AMMN) Sudah Capai 76,1%
ILUSTRASI. PT Amman Mineral Industri, usaha Amman Mineral Internasional (AMMN) mengebut proyek smelter tembaga.


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Proyek smelter PT Amman Mineral Industri, anak perusahaan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) makin bergerak maju.

Amman Mineral terus mengebut proyek strategis nasional fasilitas smelter tembaga dan pemurnian logam mulia. Proyek ini diharapkan memasuki masa comissioning pada Juni 2024 mendatang. 

Berdasarkan hasil verifikasi kemajuan tiga bulanan periode Oktober 2023 hingga Desember 2023 menyatakan kemajuan pembangunan konstruksi smelter tembaga mencapai 76,1% dari rencana pembangunan sebesar 72,4% (105,1%). Sedangkan kemajuan pembangunan konstruksi pemurnian logam mulia telah mencapai 72,7% dari rencana pembangunan sebesar 72,1% (100,7%).

Vice President of Corporate Communications and Investor Relations AMMN Kartika Octaviana mengatakan, kemajuan konstruksi fisik smelter dan pemurnian logam mulia berjalan dengan baik untuk mencapai target penyelesaian konstruksi di akhir Mei 2024 dan memulai proses commissioning di Juni 2024. 

“Capaian ini adalah wujud komitmen AMMAN sebagai salah satu perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia untuk selalu terlibat dalam pengembangan industri pertambangan nasional yang membawa manfaat bagi perekonomian daerah dan nasional,” jelas Kartika dalam keterangan resmi, Senin (5/2). 

Baca Juga: Amman Mineral (AMMN) Telah Realisasikan Hampir Seluruh Dana IPO

Setelah beroperasi nanti, total kapasitas input fasilitas smelter tembaga dan pemurnian logam mulia AMMAN diperkirakan mencapai 900 ribu kilo ton per tahun (ktpa) konsentrat dari tambang Batu Hijau dan proyek Elang nantinya. 

Produk dari pengolahan ini akan berupa katoda tembaga yang mencapai 222 ktpa dan asam sulfat mencapai 830 ktpa. Sementara itu, fasilitas PMR akan menghasilkan 18 tpa emas batangan, 55 tpa perak batangan dan 70 tpa selenium.

Pada September tahun lalu, AMMN juga telah menandatangani Perjanjian Pendahuluan dengan PT Pertamina (Persero) guna memastikan pasokan sumber energi yang lebih ramah lingkungan yaitu liquified natural gas, untuk pembangkit listrik tenaga gas dan uap yang saat ini sedang dibangun untuk mendukung operasional fasilitas smelter tembaga dan pemurnian logam mulia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet Using Psychology-Based Sales Tactic to Increase Omzet

[X]
×