Reporter: Vina Elvira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terus melanjutkan pembangunan Tol Sepinggan Paket 1B (Segmen Bandara Sepinggan–Tol Balikpapan Samarinda) di Kalimantan Timur. Hingga saat ini, progres pembangunan mencapai 34,5%, dengan target penyelesaian pada Juli 2028.
Kehadiran ruas tol ini nantinya akan memperkuat konektivitas dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan menuju Ibu Kota Nusantara (IKN), sekaligus mendukung target waktu tempuh akses jaringan selama 50 menit dan memperlancar mobilitas dari Balikpapan dan Samarinda menuju Kalimantan Selatan.
Corporate Secretary WIKA, Ngatemin memaparkan lingkup pekerjaan WIKA mencakup jalan utama sepanjang 3.266 meter, termasuk jalan layang sepanjang 1.545 meter, jalan penghubung persimpangan (ramp) sepanjang sekitar 8 kilometer, empat jembatan penyeberangan (overpass) sepanjang total 340 meter, serta satu jembatan sepanjang 87 meter.
“Sejumlah pekerjaan telah mendekati penyelesaian, di antaranya overpass pertama yang mencapai 97,6%, Ramp 3 dan Ramp 4 sebesar 97,1%, serta Ramp 1 dan Ramp 2 sebesar 94,9%,” ungkapnya dalam siaran pers, Selasa (13/10/2026).
Baca Juga: Wijaya Karya (WIKA) Targetkan Nilai Kontrak Capai Rp 25,7 Triliun di 2027
Sementara itu, penanganan lereng di awal jalan utama dan perkerasan beton di area Ramp 4 telah rampung sepenuhnya.
Ia melanjutkan, saat ini WIKA tengah melanjutkan pembangunan jembatan Ramp 1, serta pekerjaan perkerasan beton dan saluran air di area persimpangan. Sehingga dari total 15 segmen yang dikerjakan, Perseroan telah menyelesaikan 5 segmen.
Dalam pelaksanaannya WIKA melibatkan 568 tenaga kerja dengan total akumulasi 2.070.376 jam kerja. Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta pengelolaan lingkungan dilakukan dengan mengacu pada standar ISO 45001:2018 dan ISO 14001:2015 untuk menjamin kualitas penerapan keselamatan sekaligus memastikan kualitas pelaksanaan proyek dengan aspek lingkungan.
WIKA juga menerapkan sejumlah metode dan teknologi untuk mendukung efektivitas pekerjaan. Pembangunan jembatan di atas Jalan Tol Balikpapan–Samarinda yang tetap beroperasi dilakukan menggunakan metode yang tidak memerlukan perancah dari bawah, sehingga gangguan terhadap lalu lintas dapat diminimalkan.
Baca Juga: WIKA Siapkan Divestasi Aset Rp 5,5 Triliun untuk Penyehatan Keuangan
Selain itu sistem satu pintu masuk (One Gate System) diterapkan untuk mengendalikan akses pekerja, sementara teknologi penyiraman beton otomatis berbasis Internet of Things (IoT) dimanfaatkan untuk menjaga kelembapan dan mutu beton serta mengurangi risiko retak.
“Progres pembangunan Tol Sepinggan Paket 1B menunjukkan komitmen WIKA dalam menjaga mutu pekerjaan, keselamatan, dan ketepatan waktu. Kami terus mengoptimalkan pelaksanaan di lapangan agar proyek ini dapat diselesaikan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung kelancaran mobilitas menuju IKN dan wilayah sekitarnya,” ujar Ngatemin.
Baca Juga: Wijaya Karya (WIKA) Pacu Proyek KSCS Package 3, Progres Konstruksi Capai 24,67%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














