kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.144   30,00   0,18%
  • IDX 7.508   49,38   0,66%
  • KOMPAS100 1.039   9,33   0,91%
  • LQ45 747   0,06   0,01%
  • ISSI 271   2,73   1,02%
  • IDX30 400   -0,43   -0,11%
  • IDXHIDIV20 486   -4,04   -0,82%
  • IDX80 116   0,67   0,58%
  • IDXV30 135   -0,16   -0,12%
  • IDXQ30 128   -1,08   -0,83%

Proses akuisisi belum rampung, Mandala tidak jadi terbang Juni


Senin, 06 Juni 2011 / 19:34 WIB
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di kantor cabang BNI Jakarta. Sepanjang semester I-2020, seluruh bank BUKU IV tak ada yang mencatat pertumbuhan laba yang positif. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Mia Winarti Syaidah | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. PT Mandala Airlines harus lebih bersabar. Agaknya maskapai penerbangan ini tidak akan kembali terbang pada Juni 2011 seperti yang diharapkan sebelumnya. Sebab, hingga kini proses akuisisi Saratoga Capital terhadap Mandala masih dalam tahap uji tuntas (due diligence).

Manajer Investasi Saratoga Capital Devin Wirawan mengatakan, Mandala Airlines memang tidak mungkin terbang pada Juni-Juli tahun ini. Pasalnya, saat ini saja proses uji tuntas masih dilakukan antara manajemen Mandala Airlines dan Saratoga Capital serta Tiger Airways. "Tapi kita pastikan tahun ini kita bisa terbang. Akhir Juni ini uji tuntas beres," paparnya.

Namun Devin belum bisa memastikan nilai akuisisi dari Mandala Airlines oleh Saratoga Capital. Meski sebelumnya, bos PT Saratoga Investama Sedaya Sandiaga Uno menyatakan bahwa perusahaannya akan menguasai 51% saham Mandala Airlines dan Tiger Airways menguasai 33%.

"Nilai akuisisi baru akan diketahui setelah proses uji tuntas selesai yang akan dilanjutkan dengan penandatangan sales purchase agreement (SPA). "Mandala nantinya akan mengikuti model bisnis yang dijalankan Tiger Airways selama ini, yakni low cost carrier (LCC),” ,” ujar Devin.

Menteri Perhubungan Freddy Numberi mengatakan, peluang Mandala untuk terbang lagi memang terbuka lebar. Selain telah memiliki investor baru, rute yang ditinggalkan Mandala Airlines belum diambil alih oleh maskapai lain. "Meski izin rute telah dibekukan, Mandala masih menjadi pemilik rute tersebut," ujarnya.

Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Edward Alexander Silooy mengatakan, hingga kini rencana bisnis terbaru Mandala Airlines memang belum sampai di Kemenhub.

Padahal, rencana bisnis menjadi poin krusial bagi operasional sebuah maskapai. Dalam rencana bisnis tak hanya memuat tentang struktur dan komposisi pemodal baru, permodalan dari pemodal baru, pengadaan pesawat, hingga rencana operasional seperti rute yang diterbangi.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×