kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Proses restrukturisasi TPPI belum beres


Senin, 03 Desember 2018 / 19:49 WIB
Proses restrukturisasi TPPI belum beres
ILUSTRASI. Trans Pacific Petrochemical Indotama


Reporter: Abdul Basith | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Proses restrukturisasi PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) belum sepenuhnya selesai.

"Belum punya Pertamina, masih ada saham pemerintah di situ," ujar Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko PT Pertamina (Persero) Heru Setiawan kepada Kontan.co.id, Senin (3/12).

Saham Pertamina di TPPI sebesar 48%. Sementara pemerintah masih memiliki saham sebesar 26% di TPPI.

Sebelumnya, Pertamina akan mengambil alih TPPI. Dengan membeli saham pemerintah sehingga Pertamina akan memiliki saham mencapai 51% sehingga memiliki kewenangan terhadap kilang TPPI.

Heru bilang saat ini pun TPPI masih memiliki kewajiban membayar utang. Hal itu termasuk pembayaran ke Pertamina.

"Utang belum selesai masih harus mencicil, masih ada jadwalnya," terang Heru.

Asal tahu saja utang TPPI ke Pertamina sebelumnya mencapai Rp 6,57 triliun. Sementara total utang TPPI sendiri mencapai Rp 17,88 triliun.

Pengambilalihan kilang TPPI nantinya tidak akan membuat rugi Pertamina. Pasalnya kilang TPPI yang sudah modern tidak hanya menghasilkan Bahan Bakar Minyak (BBM) tetapi juga produk lain yaitu petrokimia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×