kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Prospek ekspor petani jahe lesu


Jumat, 25 Mei 2018 / 15:37 WIB
ILUSTRASI. EKSPOR JAHE GAJAH


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Masuknya jahe gajah dari China ke pasar internasional menyebabkan minat petani jahe untuk ekspor jadi lesu. Padahal kualitas jahe Indonesia disebut sebagai yang terbaik.

"Jahe gajah dari China melimpah dengan harga murah, dibeli hanya Rp 5.000 per kilogram," kata Kabul Indarto Ketua Asosiasi Petani Jahe Organik (Astajo), kepada Kontan.co.id, Kamis (24/5).

Bahkan harga tersebut bisa semakin turun menjadi Rp 3.500 per kilogram sesuai catatannya pada tahun 2017 silam. Padahal, harga jahe di level petani kini di kisaran Rp 6.500 per kg.

Di sisi lain, Muryono petani jahe asal Jawa Tengah, menjelaskan kualitas jahe Indonesia sebenarnya sangat dicari oleh eksportir terutama dari Dubai, Pakistan dan Arab.

Namun beberapa tahun silam, saat terjadi lonjakan harga di mana per kilogram jahe bisa dihargai Rp 14.000, para petani bermain curang dan menyiramkan air pestisida ke tanaman jahe. Dengan begitu tanaman jahe menjadi layu dan memberi kesan sudah siap panen.

"Makanya tahun ini dan tahun lalu, buyer dari Pakistan dan India datang langsung untuk cross check berat dan usia jahenya," katanya.

Muryono memperkirakan panen jahe terdekat bakal terjadi jelang lebaran nanti. Walau tidak merinci potensi produksi dan ekspornya, ia yakin bisa mendapatkan pesanan yang besar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×