Reporter: Zendy Pradana | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT) belum menunjukkan kinerja yang maksimal pada periode kuartal I-2026.
Direktur Keuangan PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT) Wendi Arifin menjelaskan bahwa perseroan harus menghadapi tantangan eksternal berupa konflik geopolitik yang berimbas pada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Kemudian, tantangan lainnya yakni masih belum adanya revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) produksi batubara tahun 2026.
Baca Juga: Pemerintah Belum Buka Relaksasi RKAB Nikel, Industri Tunggu Keputusan Juli 2026
"Kondisi tersebut turut memberikan tekanan terhadap industri pendukung pertambangan dan logistik," ujar Wendi Arifin dalam paparannya di acara Publik Expose (Pubex), Jakarta Utara, Rabu (17/6/2026).
Perusahaan yang fokus pada pengangkutan komoditas di sektor pertambangan ini, mengaku masih akan terus berupaya melakukan berbagai mitigasi risiko. Upaya tersebut berupa pengelolaan risiko proaktif melalui peningkatan efisiensi operasional, optimalisasi pemanfaatan armada, pengendalian biaya, serta penguatan hubungan dengan pelanggan utama.
"Perseroan terus berupaya memperbaiki kinerja melalui utilisasi armada, optimalisasi kontrak yang sudah ada serta penambahan pelanggan baru dan perseroan terus mengupayakan pertumbuhan kinerja perseroan," kata Wendi.
Di sisi lain, perseroan berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,07 triliun pada tahun 2025, meningkat sekitar 9,9% dibandingkan pendapatan tahun 2024 yang sebesar Rp980 miliar.
Kemudian,Total aset perseroan juga mengalami peningkatan hingga 12% atau menjadi Rp1,69 triliun. Peningkatan itu mencerminkan ekspansi usaha dan penguatan kapasitas operasional yang terus dilakukan Perseroan.
Baca Juga: Begini Strategi Campina Ice Cream (CAMP) Hadapi Daya Beli Lesu dan Rupiah Melemah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













