kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.843   41,00   0,24%
  • IDX 8.265   -25,61   -0,31%
  • KOMPAS100 1.168   -3,76   -0,32%
  • LQ45 839   -2,54   -0,30%
  • ISSI 296   -0,31   -0,10%
  • IDX30 436   -0,20   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   0,94   0,18%
  • IDX80 131   -0,34   -0,26%
  • IDXV30 143   0,44   0,31%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

Pulau-Pulau Media (MacroAd) menyasar pengguna commuterline


Selasa, 07 Desember 2021 / 07:29 WIB
Pulau-Pulau Media (MacroAd) menyasar pengguna commuterline
ILUSTRASI. Layar public information display MacroAd di Commuterline Jabodetabek.


Reporter: Dimas Andi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pulau-Pulau Media (MacroAd), perusahaan pengelolaan media periklanan digital terintegrasi dengan layanan utama Digital Out of Home (DOOH) secara konsisten terus menghadirkan layanan terbaik yang menghubungkan pemilik brand kepada jutaan pengguna harian Commuterline.

Sejak tahun 2015, MacroAd menghadirkan kanal media berupa Public Information Display (PID), yakni layar televisi yang ditempatkan di dalam gerbong Commuterline yang menayangkan berbagai konten menarik mulai dari informasi tren terkini, berita, hingga hiburan kepada pengguna kereta.

Hingga kini, terdapat lebih dari 900 PID yang tersebar dalam 231 gerbong kereta. Kanal media ini tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi pengguna setia Commuterline, melainkan juga media komersial andalan bagi pemilik brand untuk menjangkau pengguna kereta.

Informasi dan hiburan yang ditayangkan membuka peluang peningkatan brand awareness kepada lebih dari 1,5 juta pengguna harian Commuterline Jabodetabek.

Baca Juga: Lebih cepat, kini perjalanan kereta api rute Gambir-Yogyakarta hanya 6 jam

Rudy Chandra, Direktur Pulau-Pulau Media (MacroAd) mengatakan, MacroAd terus memperkuat posisi di industri sebagai penyelenggara periklanan DOOH bagi audiens yang sadar kesehatan di era normal baru.

Dengan dukungan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), MacroAd menjadi satu-satunya media digital berbasis audio visual di kereta Commuterline dengan jumlah penumpang yang stabil. Hal ini penting mengingat sektor periklanan kini kembali menggeliat di tengah ekonomi yang kembali tumbuh.

Ia juga menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan oleh PT KCI selama situasi menantang ini. Ke depan secara bertahap, MacroAd akan terus menggali peluang baru untuk berekspansi dan mengakuisisi channel ini bersama PT KCI.

“Tujuannya tak hanya melayani brand dan pengiklan, tetapi juga memberi informasi dan hiburan bagi masyarakat pengguna kereta yang sadar kesehatan di tengah tantangan pandemi yang masih terus berlangsung,” terang Rudi dalam siaran pers yang diterima Kontan.co.id, Senin (6/12).

Adli Hakim, Manager External Relations KAI Commuter turut mengamini semangat yang digagas oleh MacroAd dan Surge. Di tengah pandemi, KCI melihat resiliensi moda transportasi ini dalam mendukung roda ekonomi tetap berputar.

Baca Juga: E-commerce dari Malaysia, PG Mall siap merambah pasar Indonesia

Terlebih lagi, transportasi kereta api memiliki peran krusial dalam mendukung mobilitas pekerja sektor strategis khususnya di Ibukota.

“Kami berterima kasih atas untuk kinerja MacroAd sejak kami berpartner pertama kali tahun 2015, dengan expertise-nya hadirkan media informatif dan edukatif serta internet terjangkau bagi seluruh sobat komuter selama perjalanan. Kami berharap kolaborasi bersama MacroAd dan Surge dapat lebih erat lagi kedepannya,” ungkap dia.

Berbagai konten yang ditayangkan PID MacroAd berasal dari Linikini, anak usaha media kreatif dari MacroAd. Konten-konten tersebut ditayangkan secara lengkap dan dengan tampilan yang berbeda dalam bentuk tayangan informatif, edukatif, dan menghibur layaknya program televisi yang menemani pengguna sepanjang perjalanan.

Berbagai informasi yang disajikan yakni musik, film dan berita terbaru, tips kesehatan dan tren gaya hidup, info pertandingan bola, ulasan film, kompetisi media sosial, kuis, hingga giveaway menarik bagi pengguna kereta yang banyak diikuti selama ini.

Rudy Chandra menjelaskan, berbeda dengan strategi yang diterapkan media luar ruang lain, tayangan PID MacroAd yang rata-rata ditonton lebih dari 1 jam tidak hanya berisi iklan komersial nonstop yang kadang dianggap membosankan bagi penontonnya.

Dari tayangan Linikini saat ini, MacroAd melihat antusiasme serta engagement yang tinggi dari pengguna kereta di setiap kontennya. Dengan QR Code, MacroAd dapat menerapkan model O2O (Offline to Online) yang dapat digunakan sebagai strategi marketing bagi para brand dan pengiklan.

Baca Juga: Mundur dari CEO Twitter, Jack Dorsey: Saya sangat sedih sekaligus bahagia

“Model O2O dalam PID MacroAd ini memungkinkan terjadinya skema AISAS (Attention, Interest, Search, Action dan Share), di mana para pengguna aktif smartphone yang berada di kereta dapat langsung melakukan search atau penelusuran lain yang berujung pada action yang diharapkan oleh brand dan pengiklan,” terang dia.

Kelebihan lainnya, eksposur yang dihasilkan dari PID sangat maksimal. Hal ini mengingat rata-rata pengguna kereta Commuterline Jabodetabek menghabiskan lebih dari 100 menit per harinya dalam kereta, dengan hampir 99% pengguna aktif berinteraksi dengan smartphone selama menunggu perjalanan.

Dalam satu hari full perjalanan kereta, MacroAd dan Linikini telah menyiapkan playlist konten positif lebih dari 17 jam perjalanan, yang tak hanya berisi iklan, serta tak dapat diganti atau dimatikan oleh penumpang.

Selain itu, secara umum DOOH adalah medium yang memberikan kontribusi terbesar pada poin search ketika orang melakukan aktivitas di luar rumah.

Media OOH seperti MacroAd menggunakan traffic dan eyeballs sebagai currency. Dari data resmi KCI, jumlah penurunan trafik yang terjadi tidak begitu signifikan, mengingat peran kereta api yang terus menjadi garda terdepan mobilitas masyarakat Ibukota selama pandemi.

Terlebih, data BPS 2020 menunjukkan bahwa pengguna moda kereta api memiliki kepatuhan yang lebih tinggi dibandingkan moda transportasi lainnya. Dari kacamata brand dan pengiklan, ini menunjukkan terbentuknya target audiens khusus di era normal baru, yang sangat sadar dengan kesehatan.

Dikenal sebagai pengelola periklanan DOOH yang terus berkembang pesat, MacroAd juga memiliki keterikatan dengan perusahaan konektivitas infrastruktur PT Solusi Sinergi Digital Tbk atau Surge, di mana perusahaan memiliki hak eksklusif dalam memanfaatkan inventaris media milik MacroAd.

Hingga kini, MacroAd terus tumbuh sebagai brand media periklanan luar ruang terintegrasi dengan dukungan konektivitas dan teknologi digital.

Baca Juga: IDC AMSI 2021: Perlindungan Data Pribadi adalah Prioritas!

Dengan kapabilitas OOH dalam digital, static, dan bespoke, kini MacroAd memiliki berbagai macam media dalam bentuk public information display dan free wifi, pasar dan tempat publik dalam bentuk digital totem, video wall, videotron, lightbox, hingga ragam aplikasi menarik dari Surge.

MacroAd juga mencatat peningkatan jumlah media yang dimiliki di luar Kereta Api, seperti lokasi-lokasi gudang Koperasi Unit Desa yang telah bekerjasama dengan Surge dalam program digitalisasi pergudangan, hingga perhotelan dan transportasi privat.

Dengan potensi tersebut, MacroAd menerapkan strategi bertumpu kepada tiga hal. Pertama, yakni targeted audience seperti pengguna kereta api yang sadar kesehatan dengan media channel yang dapat diandalkan.

Kedua, teknologi periklanan programmatic yang efisien bagi klien. Ketiga, dukungan lini bisnis konektivitas dan pengembangan teknologi dari Surge seperti Free Wifi dan aplikasi-aplikasi menarik.

“Sebagai programmatic DOOH terdepan di Indonesia bagian dari Surge, MacroAd siap terus berinovasi dalam penuhi kebutuhan brand serta pengiklan secara terjangkau, terukur dengan target audiens yang jelas di era normal baru,“ tutup Rudy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×