kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.842   24,00   0,14%
  • IDX 8.920   -5,70   -0,06%
  • KOMPAS100 1.227   0,02   0,00%
  • LQ45 866   -1,23   -0,14%
  • ISSI 324   0,56   0,17%
  • IDX30 439   -1,37   -0,31%
  • IDXHIDIV20 517   -1,77   -0,34%
  • IDX80 137   0,01   0,01%
  • IDXV30 144   0,02   0,01%
  • IDXQ30 141   -0,77   -0,54%

Realisasi B40 Capai 14,2 Juta Kiloliter, Pemerintah Yakin Bebas Impor Solar di 2026


Kamis, 08 Januari 2026 / 18:53 WIB
Realisasi B40 Capai 14,2 Juta Kiloliter, Pemerintah Yakin Bebas Impor Solar di 2026
ILUSTRASI. Stok CPO masih cukup untuk bahan baku B50 ( ANTARA FOTO/FRANSISCO CAROLIO)


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat pemanfaatan biodiesel domestik B40 atau bahan bakar diesel campuran yang terdiri dari 40% biodiesel berasal dari minyak kelapa sawit (CPO) dan 60% solar fosil periode Januari hingga Desember 2025 mencapai 14,2 juta kilo Liter (kL).

Angka ini setara dengan 105,2% dari target Indikator Kinerja Utama (IKU) yang ditetapkan, yaitu sebesar 13,5 juta kL di tahun 2025.

Penggunaan biodiesel ini menurut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berdampak langsung pada penurunan volume impor solar yang sangat tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: Inalum Rayakan 50 Tahun dengan Rekor Produksi dan Penjualan Aluminium Tertinggi

"Saya bersyukur impor solar di tahun 2024 itu masih kurang lebih sekitar 8,3 juta ton. Kemudian impor kita di tahun 2025 turun menjadi kurang lebih 5 juta ton," ujar Bahlil saat konferensi pers capaian kinerja Kementerian ESDM tahun 2025 di Jakarta, Kamis (8/1/2025).

Capaian ini, sebut Bahlil, menjadi fondasi kuat bagi pemerintah untuk mencanangkan target ambisius, yakni menghentikan sepenuhnya impor solar pada tahun 2026.

Target tersebut didukung oleh rencana uji coba biodiesel B50 yang dijadwalkan selesai pada semester pertama tahun 2026, untuk kemudian dicanangkan implementasinya pada semester kedua jika hasil evaluasi menunjukkan keberhasilan teknis dan ekonomi.

Dari sisi penghematan devisa, kebijakan biodiesel tahun 2025 berhasil menghemat sebesar Rp 130,21 triliun dan mengurangi emisi mencapai 38,88 juta ton CO2 ekuivalen. Serta meningkatkan nilai tambah Crude Palm Oil (CPO) menjadi biodiesel sebesar Rp 20,43 triliun.

Optimisme bebas impor solar di tahun 2026 akan didorong dengan beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Kalimantan Timur, yang akan meningkatkan kapasitas produksi Solar dalam negeri secara masif.

"Kalau B50 kami pakai dan RDMP kita di Kalimantan Timur diresmikan dalam waktu dekat, maka kami tidak akan melakukan impor solar lagi di tahun 2026," papar dia.

Baca Juga: Pengusaha Batubara Ungkap Dampak Pemangkasan RKAB 2026 terhadap Harga

Meski demikian, pemerintah tetap memberikan catatan khusus untuk Solar CN51 yang memiliki kualitas tinggi untuk kebutuhan industri alat berat, di mana opsi impor masih terbuka terbatas karena kapasitas produksi domestik yang masih dalam tahap pengembangan.

Selanjutnya: Penagihan Utang Penunggak Pajak Terbesar Hanya Rp 13,1 Triliun di 2025

Menarik Dibaca: 10 Pilihan Jus Penurun Kolesterol Alami Paling Cepat yang Layak Dicoba

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×