kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Penerapan Etanol E10, Diprediksi Dapat Tekan Konsumsi BBM 4,2 Juta Kiloliter


Selasa, 11 November 2025 / 19:23 WIB
Penerapan Etanol E10, Diprediksi Dapat Tekan Konsumsi BBM 4,2 Juta Kiloliter
ILUSTRASI. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Bahlil Lahadalia mengungkap target E10 pada tahun 2027 dapat mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sebesar 4,2 juta kiloliter (kl).?


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkap target E10, yaitu Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin yang mengandung 10% etanol, pada tahun 2027 dapat mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sebesar 4,2 juta kiloliter (kl).

"Kalau 10% saja kalau asumsi total bensin 42 juta kl, berarti kan kita menghemat 4,2 juta kalau total dengan subsidi. Contoh ini, contoh ya," kata Bahlil di Jakarta, dikutip Selasa (11/11/2025).

Meski begitu, angka tersebut, masih sebatas kalkulasi awal berdasarkan kebutuhan bensin Tanah Air yang sebesar 40—42 juta kl, jika dibandingkan dengan komposisi etanol yang digunakan sebesar 10% dalam E10.

"Kalau kita campur, mandatori itu bisa mengurangi impor kita,” ucap Bahlil.

Baca Juga: Menakar Ambisi Indonesia Bebas Impor Solar Lewat Biodiesel

Sebelumnya dalam catatan Kontan, Bahlil sempat menyebut untuk E10, Indonesia membutuhkan sekitar 1,4 juta kiloliter (kL) etanol.

"Sekitar 1,4 juta (kiloliter)," kata Bahlil saat ditemui usai agenda Hari Pertambangan di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (24/10/2025).

Bahlil juga menjelaskan bahwa pengembangan etanol di Indonesia akan dilakukan melalui kerja sama dengan Brasil, yang dianggap lebih maju dalam transisi energi berbasis biofuel. Saat ini, Brasil telah menerapkan persentase etanol hingga E30 dan bahkan E100 di beberapa negara bagian.

"Kita tahu Brasil salah satu negara yang melakukan transisi energinya cepat, khususnya di bensinnya. Mereka sudah mandatori etanol. Etanol itu di negara mereka E30, tapi di beberapa negara bagian sudah ada sampai E100, ada juga E85," jelas Bahlil.

Bahlil menekankan bahwa kolaborasi di sektor metanol-etanol dengan Brasil juga akan dilakukan melalui pertukaran pandangan, saling belajar, dan dukungan bersama.

"Jadi sifatnya kita menjajaki, tapi kalau untuk metanol-etanol kita saling bertukar pandangan dan saling pelajari dan saling support," tambahnya.

Baca Juga: Bahlil Sebut 45.000 Sumur Rakyat Bakal Tambah Produksi Minyak Mulai Desember 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×