kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Relaksasi PPnBM bisa genjot penjualan rumah mewah Ciputra (CTRA)


Rabu, 26 Juni 2019 / 22:25 WIB


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Ciputra Development Tbk (CTRA, anggota indeks Kompas100 ini) berharap relaksasi pengenaan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) bisa berimbas terhadap penjualan rumah mewah miliknya. Pasalnya, saat ini demand di segmen rumah mewah sedikit lesu karena aturan tersebut.

Selain relaksasi PPnBM, juga ada PMK No.92/PMK/03/2019 mengenai relaksasi PPh Pasal 22 yakni pelonggaran batasan harga jual pada kelompok hunian mewah yang naik dari Rp 5 miliar menjadi Rp 30 miliar. Tarif PPh Pasal 22 tersebut juga mengalami penurunan dari 5% menjadi 1%?

"Kami memang ada produk-produk yang besar dan berpotensi, karena PPnBM dan PPh pasal 22 ini tidak diminati market. Alasannya karena kena pajak lebih PPnBM sebesar 20% dan PPh Pasal 22 itu 5%," ujar Tulus Santoso, Direktur Independen CTRA, Rabu (26/6)

Dengan adanya relaksasi tersebut, penjualan proyek hunian mewah milik CTRA bisa terdongkrak. Paling tidak hal ini akan menimbulkan minat beli untuk konsumen kelas atas, namun manajemen menyatakan belum akan mengenalkan proyek hunian di atas Rp 5 miliar akibat relaksasi tersebut.

"Kalau demand-nya ada, kami bisa utilisasi lahan yang dikembangkan untuk hunian mewah sampai 100%, sekarang landbank untuk proyek di atas Rp 5 miliar per unit itu masih 40% utilisasi lahannya," lanjutnya.

Manajemen menyampaikan saat ini segmen pasar untuk kelas atas memang tidak besar. Hal ini karena tidak semua wilayah bisa dikembangkan hunian mewah di atas Rp 5 miliar.

Beberapa landbank yang dikembangkan untuk hunian mewah di antaranya Jakarta, Surabaya dan Makassar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×