kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Resmi Diluncurkan, Pertamina Mulai Jual Pertamax Green Dijual Rp 13.500 Per Liter


Senin, 24 Juli 2023 / 16:57 WIB
Resmi Diluncurkan, Pertamina Mulai Jual Pertamax Green Dijual Rp 13.500 Per Liter
Peluncuran?BBM?Pertamax Green di SPBU Pertamina MT Haryono, Jakarta (24/7/2023).


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Patra Niaga meluncurkan jenis bahan bakar minyak (BBM) anyar, Pertamax Green (RON 95) yang diklaim lebih ramah lingkungan karena mencampurkan bioethanol berbahan dasar tetes tebu sebanyak 5%. Harga bensin baru ini dibanderol Rp 13.500 per liter. 

Peluncuran Pertamax Green dilaksanakan di SPBU 31.128.02 MT Haryono, Jakarta Selatan Senin (24/7). 

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan menyatakan hari ini Pertamina memperkenalkan produk yang selama ini belum dimiliki. 

Baca Juga: Dukung Uji Coba Produk BBM Hijau, Kementerian ESDM Terbitkan Beleid Baru

"Jadi dengan segala kerendahan hati dan penuh bangga serta rasa syukur kita perkenalkan produk Pertamax Green 95," jelasnya di Jakarta, Senin (24/7). 

Riva menyatakan, Pertamax Green merupakan wujud dan upaya Pertamina memberikan layanan lebih kepada pelanggan khususnya pecinta Pertamax Series. 

Lebih lanjut, Riva menjelaskan, kelebihan Pertamax Green ialah menawarkan akselarasi lebih baik karena RON lebih tinggi dari Pertamax (RON92). 

"Pertamax Green merupakan wujud dan upaya Pertamina mendukung upaya pemerintah menuju transisi energi dan net zero emission di 2060," tandasnya. 

Baca Juga: Pemerintah Dorong Produksi Bioetanol hingga 1,2 Juta Kiloliter pada 2030

Jika dibandingkan dengan BBM dengan RON 95 lainnya, harga Pertamax Green yang dijual Rp 13.500 per liter lebih murah dibandingkan Shell V-Power (RON 95) di rentang Rp 13.780 per liter di Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur. 

Asal tahu saja, ini bukan kali pertama Pertamina membaurkan bahan bakar fosil dengan bahan bakar nabati (BBN). Sejak 2008, Perusahaan migas pelat merah ini telah mencampurkan diesel dengan biodiesel berbahan dasar minyak sawit yang baurannya saat ini mencapai 35%, sesuai dengan kebijakan B35 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×