kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Revisi aturan menteri segera terbit, bisnis hotel di rest area bisa berkembang


Selasa, 30 Maret 2021 / 18:30 WIB
Revisi aturan menteri segera terbit, bisnis hotel di rest area bisa berkembang
ILUSTRASI. Fasilitas Rest Area


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Anna Suci Perwitasari

Pada akhir tahun 2018 lalu, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) melalui anak usahanya, PT Jasa Marga Properti berencana untuk membangun tiga unit hotel budget di rest area Tol Trans Jawa.

Rencananya, hotel di rest area tersebut rencananya akan dibangun di ruas tol milik Jasa Marga, yakni di Batang-Semarang, Solo-Ngawi, dan Mojokerto-Surabaya. Anggaran yang disiapkan dikabarkan mencapai Rp 90 miliar.

Saat dikonfirmasi, Manajer Komunikasi dan Administrasi PT Jasa Marga Related Business (JMRB) Rahavica Putri menyampaikan bahwa rencana pengembangan hotel di rest area masih dalam kajian. Apalagi, kondisi pandemi Covid-19 mempengaruhi tren penggunaan jalan tol.

Menurut dia, fasilitas inap di rest area sebenarnya sudah diatur dalam Permen PUPR No.10 Tahun 2018. Namun, waktu inap masih terbatas pada durasi paling lama 6 jam.

"Terkait perubahan (Permen PUPR No.10/2018) tersebut, diharapkan bisnis hotel di rest area dapat lebih luas dan dilengkapi dengan sentra bisnis lainnya. Seperti destinasi wisata, transportation hub, logistic hub, atau pun kawasan industri," ungkap Rahavica kepada Kontan.co.id, Senin (29/3).

Baca Juga: Terkait sistem pembayaran jalan tol non-tunai nirsentuh MLFF, begini penjelasan BPJT

Baca Juga: Jasa Marga (JSMR) telah mengoperasikan 1.191 km jalan tol hingga akhir 2020

Pengembangan hotel di rest area pun bakal menambah portofolio bisnis JMRB. Pasalnya, anak usaha Jasa Marga ini bakal melantai di bursa saham atau menggelar Initial Public Offering (IPO) pada tahun 2022 mendatang.

Rahavica bilang, IPO tersebut diharapkan dapat meningkatkan kinerja operasional dan kinerja keuangan, memperkuat struktur permodalan, serta meningkatkan tata kelola perusahaan berdasarkan prinsip Good Corporate Governance (GCG).

"Juga menciptakan kredibilitas perusahaan, sehingga dapat membuka peluang dan pelanggan baru dalam bisnis perusahaan, serta menumbuhkan loyalitas karyawan," pungkas Rahavica.

Selanjutnya: Laba turun tajam, Jasa Marga (JSMR) sebut kinerja tetap konsisten di tengah pandemi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×