kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Revisi RKAB, Bukit Asam (PTBA) buka peluang tambah kapasitas produksi batubara


Jumat, 27 Maret 2020 / 17:33 WIB
ILUSTRASI. Suasana penambangan batubara menggunakan bucket wheel escavator di lokasi penambangan batubara PT. Bukit Asam (PTBA) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. KONTAN/Hendra Suhara


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Handoyo

Dalam hal ini, Hadis menyebut PTBA berpeluang untuk merevisi target di tahun ini. Bahkan, Hadis bilang bahwa PTBA tidak menutup kemungkinan akan memanfaatkan fasilitas revisi RKAB untuk melakukan penambahan kapasitas produksi.

Hanya saja, ia mennkankan bahwa keputusan mengenai hal itu masih dikaji. Terutama dengan mempertimbangkan pergerakan harga dan kondisi pasar batubara pada periode mendatang.

"Itu baru potensi, karena pemerintah memberikan kemudahan. Sejauh ini kita belum bisa memastikan opsi terkait perubahan RKAB. Perlu lebih seksama mengantisipasi kondisi pasar ke depan," ungkap Hadis.

Yang jelas, katanya, pada periode kuartal I ini efek gulir pandemi Corona belum mengganggu kinerja PTBA secara keseluruhan. Menurut Hadis, dampak yang ditimbulkan Corona masih bisa diatasi dengan penambahan penjualan ke pasar domestik.

Baca Juga: India terapkan kebijakan lockdown, begini kata pelaku usaha sektor batubara

Adapun, kinerja penjualan PTBA memang ditopang oleh pasar dalam negeri. Hadis menyebut, di tengah kondisi seperti sekarang, pasar dan harga untuk penjualan domestik lebih menarik. "Setiap ada peluang peningkatan porsi domestik akan kita manfaatkan, termasuk jika ada gangguan (ekspor)," ungkapnya.

Dalam catatan Kontan.co.id, tahun ini PTBA menargetkan produksi sebesar 30,3 juta ton batubara. Jumlah itu naik sekitar 4% dari realisasi tahun 2019 yang sebanyak 29,1 juta ton.

Di sisi lain, perusahaan pelat merah ini menargetkan mampu menjual 29,9 juta ton batubara dengan rincian 21,6 juta ton untuk pasar domestik dan 8,3 juta ton untuk pasar ekspor. Artinya, porsi penjualan PTBA dominan di pasar dalam negeri, sedangkan porsi untuk pasar ekspor berkisar di angka 35%-40% dari total rencana penjualan batubara.

Adapun, target penjualan batubara PTBA itu naik 8% dari realisasi penjualan sepanjang 2019 yang sebesar 24,7 juta ton. Peningkatan target penjualan ini ditopang oleh target penjualan ekspor untuk batubara medium to high calorie ke premium market sebesar 2,3 juta ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×