kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

RNI ajukan impor sapi betina 5.000 ekor


Rabu, 13 Februari 2013 / 15:05 WIB
ILUSTRASI. biaya yang harus disiapkan jika mau melakukan perpanjang SIM, sudah tertera pada Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/wsj.


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) mengajukan izin impor sapi betina 5.000 ekor kepada pemerintah. Ismed Hasan Putro, Direktur Utama RNI mengatakan, izin impor sapi betina itu bertujuan untuk pengembangan bisnis pembibitan sapi milik RNI.

Menurut Ismed, untuk pengembangan bisnis pembibitan sapi tersebut, pihaknya butuh 25.000 ekor sapi betina. Tujuan RNI masuk ke bisnis pembibitan sapi itu untuk mendukung program pemerintah melakukan swasembada daging dan menstabilkan harga daging di pasar.

"Saya sudah kirimkan suratnya kepada Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian pada minggu lalu," kata Ismed, Rabu (13/4). Selain meminta izin impor sapi betina, RNI juga meminta izin impor sapi bakalan 60.000 ekor tahun ini.

Untuk sapi bakalan ini, kata Ismed akan dipergunakan untuk memenuhi pasokan sapi Rumah Potong Hewan (RPH) yang berada di Jati Tujuh, Bogor. "Kami minta supaya alokasi impor yang sudah diberikan kepada swasta dialihkan kepada BUMN," ujar Ismed.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×