kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

RNI tunda kerjasama impor sapi Australia


Kamis, 21 November 2013 / 17:24 WIB
ILUSTRASI. 4 Manfaat Sauna untuk Tubuh yang Perlu Anda Tahu


Reporter: Rr Dian Kusumo Hapsari | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Aksi penyadapan yang dilakukan oleh pemerintah Australia, turut disikapi oleh berbagai perusahaan di negeri ini. Salah satunya adalah PT Rajawali Indonesia Nusantara (RNI). Perusahaan BUMN ini terpaksa harus menunda kerjasamanya dengan perusahaan Australia terkait pengadaan daging sapi. 

Ismed Hasan Putro, Direkur Utama PT RNI mengungkapkan bahwa pihaknya akan menunda kerjasama sapi dengan perusahaan Australia untuk sementara ini. "Ini dipending dulu saja, sampai keadaannya kondusif," tuturnya Kamis (21/11) di Jakarta. 

Hal ini dilakukan Ismed untuk menghormati sikap pemerintah yang sedang berseteru dengan Australia. Menurut Ismed, dalam sebuah bisnis harus ada yang namanya sebuah kepercayaan dan kerjasama. "Ini penghormatan ke Indonesia atas martabat. Kata kunci bisnis adalah kepercayaan. Jadi kita akan menunda kerjasama ini sampai keadaan benar-benar kondusif," tegasnya. 

Padahal kata Ismed, rencana RNI untuk mengimpor sapi dari Australia sudah masuk pada tahap pemilihan perusahaan. Dimana salah satunya ada perusahaan Australia siap dipilih karena memiliki lahan 25.000 hektare dan sapi sekitar 10 ribu ekor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×