kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Rupiah anjlok, begini harapan pelaku industri manufaktur


Rabu, 25 Maret 2020 / 15:59 WIB
Rupiah anjlok, begini harapan pelaku industri manufaktur
ILUSTRASI. Karyawan mendapat pelatihan di Kalbe Learning Center, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (6/2). Rupiah anjlok, industri manufaktur harapkan jangan berkepanjangan. KONTAN/Baihaki/6/2/2019


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Tendi Mahadi

"Namun, dunia sedang fokus melawan pandemi Covid-19 sehingga permintaan ekspor belum bullish," ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (24/3). Wabah kali ini mempengaruhi permintaan kaca lembaran secara global.

Mengenai pasokan bahan baku, industri kaca lembaran masih harus mengimpor soda ash. Stok saat ini kata Yustinus masih dapat dipertahankan hingga Juni 2020, dan pelaku industri harus mulai order untuk pengapalan selanjutnya.

Baca Juga: Legislatif AS sepakat gelontorkan stimulus corona, rupiah berpotensi bergerak stabil

Adapun di tengah himbauan social distancing, asosiasi bilang produksi kaca lembaran harus terus berproduksi untuk menjaga kestabilan struktur batu tahan api dalam tungku peleburan, yakni pada suhu tinggi sekitar 1.650 derajat Celcius.

Tungku ini harus terus dinyalakan sebagai bagian dari efisiensi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×