kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Rupiah anjlok, begini harapan pelaku industri manufaktur


Rabu, 25 Maret 2020 / 15:59 WIB
ILUSTRASI. Karyawan mendapat pelatihan di Kalbe Learning Center, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (6/2). Rupiah anjlok, industri manufaktur harapkan jangan berkepanjangan. KONTAN/Baihaki/6/2/2019


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Tendi Mahadi

"Namun, dunia sedang fokus melawan pandemi Covid-19 sehingga permintaan ekspor belum bullish," ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (24/3). Wabah kali ini mempengaruhi permintaan kaca lembaran secara global.

Mengenai pasokan bahan baku, industri kaca lembaran masih harus mengimpor soda ash. Stok saat ini kata Yustinus masih dapat dipertahankan hingga Juni 2020, dan pelaku industri harus mulai order untuk pengapalan selanjutnya.

Baca Juga: Legislatif AS sepakat gelontorkan stimulus corona, rupiah berpotensi bergerak stabil

Adapun di tengah himbauan social distancing, asosiasi bilang produksi kaca lembaran harus terus berproduksi untuk menjaga kestabilan struktur batu tahan api dalam tungku peleburan, yakni pada suhu tinggi sekitar 1.650 derajat Celcius.

Tungku ini harus terus dinyalakan sebagai bagian dari efisiensi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×