kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Rupiah melemah, begini siasat emiten migas


Kamis, 05 Maret 2020 / 19:22 WIB
ILUSTRASI. Gedung Elnusa, Jakarta. KONTAN/Muradi/2015/05/06


Reporter: Dimas Andi | Editor: Tendi Mahadi

Pretycia melanjutkan, saat ini pokok pinjaman bank sekitar US$ 130 juta dan pokok utang pembiayaan sewa sekitar US$ 170 juta.

Dalam catatan Kontan.co.id, APEX memastikan akan berfokus pada utilisasi rig yang dimiliki termasuk pencarian kontrak untuk rig yang akan habis masa kontraknya di tahun ini.

Baca Juga: Pemerintah tunda diskon tarif listrik, begini tanggapan Pan Brothers (PBRX)

"Kebetulan rig yang akan habis di 2020 adalah tipe rig yang cocok untuk di daerah rawa dan cocok untuk Blok Mahakam. Saat ini beberapa rig masih bekerja disana dan kita berharap ada kontrak berkelanjutan disana," jelas Pretycia ditemui di kantornya, Jumat (21/2)

Pretycia melanjutkan pihaknya menyiapkan alokasi belanja modal khusus untuk pemeliharaan dan perawatan peralatan. Kendati demikian ia masih belum mau mengemukakan alokasi belanja modal secara keseluruhan yang disiapkan oleh APEX pada tahun ini.

Kontan.co.id mencatat, khusus untuk perawatan rig, perusahaan menyiapkan belanja modal sebesar US$ 4 juta.

Baca Juga: Antisipasi virus corona, Bukit Asam (PTBA) lakukan tindakan preventif

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×