Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Savoria Kreasi Rasa atau Savoria Group, yang merupakan entitas terafiliasi konglomerasi Djarum, menjabarkan rencana dan target kinerja usai mengakuisisi teh SariWangi dari PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) senilai Rp 1,5 triliun.
Ihsan Mulia Putri, CEO Savoria Group mengatakan, transaksi strategis ini menegaskan komitmen jangka panjang Savoria Group dalam memperkuat industri teh nasional serta memajukan pertumbuhan merek-merek asli Indonesia.
"Akuisisi ini menjadi momentum penting dalam pengalihan kepemilikan merek nasional legendaris SariWangi dari perusahaan global kembali ke tangan perusahaan Indonesia," kata dia dalam keterangan tertulis yang dikutip KONTAN, Selasa (12/1/2026).
Menurutnya, langkah ini bukan hanya sekedar transaksi bisnis, melainkan sebuah milestone nasional dengan kembalinya merek heritage ke pangkuan kepemilikan lokal.
Baca Juga: Kemendag Dorong Perluasan Kerja Sama CEPA dengan Pakistan
"Langkah ini mencerminkan keyakinan Savoria Group terhadap kekuatan merek lokal serta optimisme atas masa depan industri teh di tanah air," tambahnya.
Melalui akuisisi ini, Savoria Group akan mempertegas komitmennya dalam mendukung ekosistem bisnis Indonesia, memperkuat industri lokal, serta memastikan nilai yang dihasilkan oleh merek nasional ikonik ini berkontribusi sepenuhnya bagi pembangunan ekonomi negara.
Langkah ini akan semakin memperkuat portofolio Savoria Group yang telah mencakup berbagai kategori, mulai dari kopi, susu, minuman isotonik, candy, hingga pastri.
Dalam dua bulan ke depan, saat penyelesaian transaksi akuisisi, SariWangi akan segera bergabung dan memperkuat jajaran merek unggulan grup ini bersama Kopi Tubruk Gadjah, Caffino, MilkLife, HydroPlus FOX’S candy dan 5Days croissant.
Dalam akuisisi ini, Savoria Group memiliki kepercayaan tinggi terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang pada kategori teh celup dan meyakini bahwa SariWangi memiliki posisi unik untuk terus memainkan peran sentral di setiap rumah tangga Indonesia.
Strategi bisnis Savoria Group yang agresif dalam pengembangan produk, pemahaman konsumen Indonesia yang mendalam, serta jaringan distribusi nasional akan mendukung pengembangan SariWangi ke next level.
"Kami menjunjung tinggi standar kualitas produk melalui sistem kontrol kualitas yang ketat, praktik pengadaan (sourcing) yang konsisten, serta keunggulan manufaktur guna memastikan setiap produk memenuhi ekspektasi konsumen," kata dia.
Baca Juga: PIS Integrasikan Konservasi Hiu Paus ke Strategi Bisnis Pelayaran Berkelanjutan
Savoria Group tambahnya, akan mengoperasikan berbagai fasilitas manufaktur di seluruh Indonesia, yang memperkuat komitmen terhadap produksi domestik dan penciptaan nilai lokal.
Hal ini didukung oleh jaringan distribusi nasional yang luas, memungkinkan jangkauan yang handal bagi konsumen di wilayah perkotaan maupun daerah.
Kekuatan operasional dan distribusi ini juga dilengkapi dengan kemampuan Savoria Group dalam mengekspor merek-mereknya ke sekitar 50 pasar global.
Dengan keahlian luas di berbagai kategori makanan dan minuman serta supply chain yang efisien, Savoria Group siap membawa merek SariWangi ke tingkat berikutnya—melalui inovasi, keunggulan operasional, dan keterlibatan yang lebih dalam dengan konsumen.
“SariWangi adalah merek yang telah melekat di hati masyarakat Indonesia,” ujarnya.
“Fokus kami adalah mengembangkan variasi produk SariWangi, menyajikan kualitas terbaik serta membangun kembali interaksi kreatif dengan konsumen untuk memperkuat kecintaan mereka terhadap merek kebanggaan nasional ini. Kami akan pastikan SariWangi terus bertumbuh dengan tetap menghormati warisan nilainya yang kaya," tutupnya.
Selanjutnya: Strategi Cuan 13 Januari 2026, Zodiak Scorpio & Leo Wajib Kerja Senyap
Menarik Dibaca: 7 Fitur Rahasia WhatsApp yang Lindungi Akun dari Pembajakan GhostPairing
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













