kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

Sebelum kecelakaan, pesawat Merpati MA-60 dalam kondisi baik


Senin, 09 Mei 2011 / 23:00 WIB


Reporter: Evilin Falanta | Editor: Test Test

JAKARTA. Sardjono Jhony T, Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines menyatakan pesawat Merpati MA-60 dalam kondisi baik sebelum mengalami kecelakaan di Kaimana, Papua Barat, Sabtu (7/5) pekan lalu. "Saya mengklarifikasi bahwa peristiwa jatuhnya pesawat Merpati MA-60 bukan disebabkan oleh kesalahan kondisi pesawat," kata Sardjono Jhony saat ditemui di kantor Kementerian BUMN, Senin (9/5).

Menurutnya, pesawat ini tidak mengalami ledakan atau patah sayap. Sehingga, peristiwa terceburnya pesawat ke laut menurutnya murni karena kecelakaan akibat cuaca buruk. Lanjutnya, kondisi cuaca di Nabire akhir pekan lalu kurang baik," jelas Sardjono.

Pesawat Merpati MA-60 buatan Xian Aircraft Industry Co ini didatangkan pada 6 Desember 2010 lalu dan dinyatakan layak terbang lantaran telah memenuhi standar sertifikasi manufaktur pesawat baik di China maupun di Indonesia.

Sebelumnya, pesawat ini beroperasi untuk rute ke Bali dan Nusa Tenggara. Namun, sejak 6 Maret silam, Merpati membuka penerbangan rute ke Papua. Sardjono mengakui, insiden ini berdampak negatif terhadap kinerja perusahaan. "Saat ini sudah ada pembatalan kontrak dari daerah, penumpang pun jadi ragu untuk naik pesawat dengan menggunakan Merpati MA-60," lanjut Sardjono.

Hingga kini, jumlah korban yang tewas dalam kecelakaan Merpati MA 60 sudah mencapai 25 orang. Sebanyak 22 korban sudah ditemukan dan telah dievakuasi. Sementara tiga korban lainnya belum ditemukan, yaitu seorang penumpang dan dua orang pilot.

Menurut Sardjono, proses identifikasi sudah selesai dilakukan. Selanjutnya, kotak hitam pesawat akan segera dibawa oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×