kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.009   28,00   0,16%
  • IDX 5.893   17,50   0,30%
  • KOMPAS100 767   2,56   0,33%
  • LQ45 583   1,30   0,22%
  • ISSI 204   0,73   0,36%
  • IDX30 330   0,64   0,19%
  • IDXHIDIV20 407   0,48   0,12%
  • IDX80 87   0,26   0,30%
  • IDXV30 110   0,08   0,07%
  • IDXQ30 106   0,17   0,16%

Sekitar 3.000 Karyawan Dirumahkan, Penyelamatan Sritex Butuh Ulur Tangan Pemerintah


Kamis, 12 Desember 2024 / 10:39 WIB
Sekitar 3.000 Karyawan Dirumahkan, Penyelamatan Sritex Butuh Ulur Tangan Pemerintah
ILUSTRASI. Buruh berjalan keluar dari pabrik PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) di Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (24/10/2024). ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/tom.


Reporter: Filemon Agung | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lebih dari 3.000 karyawan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) kini telah dirumahkan seiring belum membaiknya operasional perusahaan.

Koordinator Advokasi Serikat Pekerja Sritex Slamet Kaswanto mengatakan, saat ini banyak pekerja yang sudah dirumahkan dan karyawan yang masih bekerja umumnya untuk menghabiskan material yang masih ada.

"Benar, lebih dari 3.000 karyawan dirumahkan. Pemenuhan hak yang dirumahkan sedang diupayakan. Harapannya ada intervensi pemerintah dalam hal perkara pailit," ujar Slamet kepada Kontan.co.id, Selasa (10/12).

Slamet menjelaskan, saat ini dibutuhkan dukungan pemerintah untuk memastikan pemenuhan hak-hak pekerja dan keberlanjutan usaha.

Baca Juga: Sritex Terpuruk, Ribuan Karyawan Dirumahkan

Menurut dia, dengan masih diblokirnya rekening perusahaan, maka dikhawatirkan gaji karyawan tidak bisa dibayarkan. Jika kondisi ini berlanjut maka dikhawatirkan akan berdampak lebih jauh pada nasib lebih dari 15.000 buruh Sritex.

"Pemerintah wajib hadir menyelamatkan buruh dengan mengupayakan keberlangsungan kerjanya melalui going concern," terang Slamet.

Slamet menjelaskan, proses hukum memang wajib dihormati, meski demikian pihaknya berharap adanya pendekatan yang humanis mempertimbangkan nasib para buruh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×