kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.000   -3,00   -0,02%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Sektor pangan berbasis pertanian bisa jadi penggerak pemulihan ekonomi dari pandemi


Kamis, 27 Mei 2021 / 20:08 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah petani menanam padi jenis Inpari 42 di lahan rawa di areal 'food estate' Dadahup, Desa Bentuk Jaya, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Rabu (21/4/2021).


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Yudho Winarto

Direktur Economic Consulting Asia untuk Oxford Economics James Lambert menyampaikan, seiring  dengan semakin kuatnya Indonesia untuk keluar dari pandemi, penting bagi para pembuat kebijakan untuk menciptakan kondisi yang paling kondusif bagi industri agri-food agar dapat berdiri kembali, serta merencanakan, merancang, dan mengomunikasikan setiap kebijakan fiskal dengan cermat.

"Hal itu memungkinkan industri untuk dapat terus memberikan manfaat ekonomi yang signifikan seperti  beberapa puluh tahun terakhir,” tambahnya.

Menurut Lambert, penyesuaian fiskal dapat mencakup pengurangan pengeluaran publik atau peningkatan pendapatan pajak, yang dapat menimbulkan risiko bagi pemulihan sektor agri-food Indonesia, yang bahkan dapat berimbas pada ekonomi nasional yang lebih luas.

Baca Juga: Kinerja indsutri mamin diyakini tumbuh, ini pendorongnya

Laporan Fiscal Risk Assessment Framework juga menemukan fakta bahwa Indonesia termasuk yang paling berisiko di Asia dari penyesuaian fiskal pasca Covid-19, bahkan lebih dari Tiongkok, India, dan negara-negara Asia yang memiliki ekonomi dengan penghasilan tinggi lainnya.

Dalam arti lain, respon  terhadap fiskal yang disusun dengan buruk dapat berpotensi membahayakan pemulihan sektor agri-food, serta berdampak pada ketahanan pangan, pendapatan dan lapangan pekerjaan, dan peluang  ekonomi secara keseluruhan.

Laporan ini memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk mengembangkan respon fiskal yang  penuh pertimbangan dan tidak menghambat pemulihan industri agri-food.

Tiga syarat yang harus dipenuhi antara lain memanfaatkan pendidikan untuk mempengaruhi perilaku; mendukung standar regulasi terhadap pajak; dan menjaga komunikasi yang konsisten dengan industri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×