CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.962   0,00   0,00%
  • IDX 6.232   56,24   0,91%
  • KOMPAS100 823   8,72   1,07%
  • LQ45 628   5,84   0,94%
  • ISSI 214   2,70   1,27%
  • IDX30 354   2,95   0,84%
  • IDXHIDIV20 440   1,97   0,45%
  • IDX80 94   1,10   1,18%
  • IDXV30 118   0,63   0,54%
  • IDXQ30 114   0,48   0,43%

Selat Hormuz Ditutup Lagi, IATMI Minta Pemerintah Amankan Pasokan BBM


Senin, 20 Juli 2026 / 15:49 WIB
Selat Hormuz Ditutup Lagi, IATMI Minta Pemerintah Amankan Pasokan BBM
ILUSTRASI. Selat Hormuz (REUTERS/Dado Ruvic)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran dinilai bakal memberikan tekanan berat terhadap rantai pasok minyak mentah dunia. 

Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI), Hadi Ismoyo menilai, kondisi tersebut akan menjaga harga minyak mentah internasional berada di level yang tetap tinggi. 

"Harga crude internasional akan remaining high, rata-rata ICP Juni masih US$ 95/bbl. Ini artinya BBM non subsidi tidak bisa diturunkan, walaupun kemarin sempat spot brent pada US$ 70/bbl," ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (20/7).

Guna mengantisipasi potensi kelangkaan pasokan di dalam negeri, Hadi bilang, pemerintah dan PT Pertamina (Persero) sebenarnya telah memiliki payung hukum yang cukup kuat.

Baca Juga: Kemendes Pastikan Kopdes Merah Putih Tak Matikan BUMDes dan Warung Kelontong

Menurutnya, regulasi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mengamankan impor pasokan minyak serta memperluas kapasitas penyimpanan energi nasional.

"Pemerintah dan Pertamina sudah punya Peraturan Menteri 26 Tahun 2026 yang memungkinkan Pertamina mengambil langkah-langkah strategis dalam mengamankan cargo import crude dan BBM serta mengambil langkah untuk menambah kapasitas storage. Tinggal melaksanakan saja sepanjang cash flow Pertamina aman," tuturnya.

Lebih lanjut, Hadi menekankan pentingnya penyesuaian harga BBM non subsidi secara berkala agar mengikuti pergerakan harga minyak mentah internasional.

Langkah ini dinilai sangat penting untuk menjaga stabilitas keuangan BUMN migas tersebut agar tetap mampu mengeksekusi pembelian pasokan secara cepat. 

"Khusus BBM Non Subsidi tentu harus disesuaikan, karena mengikuti fluktuasi harga crude internasional. Jika tidak disesuaikan maka cash flow Pertamina terganggu, malah tidak bisa manuver untuk mengamankan cargo impor, ujungnya bisa menjadi kelangkaan. Namun BBM Subsidi sebaiknya tetap, mengingat daya beli masyarakat masih lemah," jelasnya.

Selain penyesuaian harga secara terukur, Hadi juga menggarisbawahi sejumlah langkah strategis yang harus segera didorong oleh pemerintah, di antaranya, diversifikasi energi ke bahan bakar yang lebih ramah lingkungan serta penghematan konsumsi krusial dalam menghadapi krisis pasokan.

Lalu, pemerintah perlu menggalakkan konversi BBM ke Gas serta konversi ke listrik, di samping terus menggemakan kampanye penggunaan energi secara bijaksana demi menjaga ketahanan energi nasional.

Di sisi lain, tata kelola penyaluran energi di dalam negeri juga membutuhkan pembenahan yang tegas agar tidak memperberat beban fiskal negara. Pengawasan ketat serta penegakan hukum dinilai menjadi syarat mutlak agar alokasi subsidi BBM tidak mengalami kebocoran ke pihak yang tidak berhak.

Pemerintah juga diminta memastikan pengawasan berjalan ketat agar subsidi tepat sasaran, sekaligus melakukan penegakan hukum yang tidak pandang bulu kepada oknum yang melanggar di lapangan.

Baca Juga: Kemendes Pastikan Kopdes Merah Putih Tak Matikan BUMDes dan Warung Kelontong

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×