kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Sembari menunggu divestasi rampung, Vale fokus di sejumlah proyek pada tahun ini


Kamis, 02 Januari 2020 / 17:52 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah articulated dump truck mengangkut material pada pengerukan lapisan atas di pertambangan nikel PT. Vale di Soroako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (28/3/2019). Sembari menunggu divestasi saham rampung, Vale Indonesia (INCO) fokus pada sejumla


Reporter: Dimas Andi | Editor: Tendi Mahadi

Sementara itu, pengerjaan proyek smelter Bahodopi dan Pomalaa menggunakan skema joint venture. Saat ini, kedua proyek tersebut masih dalam tahap negosiasi komersial dengan calon investor. Proses negosiasi tersebut masih akan berlanjut pada tahun ini.

“Konstruksi smelter Bahodopi akan selesai di tahun 2024 sedangkan smelter Pomalaa di tahun 2025,” ujar dia.

Baca Juga: Begini antisipasi Bukit Asam (PTBA) mempertahankan produksi batubara di musim hujan

Mengutip berita sebelumnya, Senior Manager Communication INCO Bayu Aji mengatakan, untuk membangun smelter di Pomalaa, INCO menggandeng perusahaan asal Jepang yaitu Sumitomo Metal Mining Co. Ltd.

Sementara untuk pembangunan smelter di Bahodopi, INCO bekerja sama dengan perusahaan asal China.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×