kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Sembari menunggu divestasi rampung, Vale fokus di sejumlah proyek pada tahun ini


Kamis, 02 Januari 2020 / 17:52 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah articulated dump truck mengangkut material pada pengerukan lapisan atas di pertambangan nikel PT. Vale di Soroako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (28/3/2019). Sembari menunggu divestasi saham rampung, Vale Indonesia (INCO) fokus pada sejumla


Reporter: Dimas Andi | Editor: Tendi Mahadi

Sementara itu, pengerjaan proyek smelter Bahodopi dan Pomalaa menggunakan skema joint venture. Saat ini, kedua proyek tersebut masih dalam tahap negosiasi komersial dengan calon investor. Proses negosiasi tersebut masih akan berlanjut pada tahun ini.

“Konstruksi smelter Bahodopi akan selesai di tahun 2024 sedangkan smelter Pomalaa di tahun 2025,” ujar dia.

Baca Juga: Begini antisipasi Bukit Asam (PTBA) mempertahankan produksi batubara di musim hujan

Mengutip berita sebelumnya, Senior Manager Communication INCO Bayu Aji mengatakan, untuk membangun smelter di Pomalaa, INCO menggandeng perusahaan asal Jepang yaitu Sumitomo Metal Mining Co. Ltd.

Sementara untuk pembangunan smelter di Bahodopi, INCO bekerja sama dengan perusahaan asal China.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×