kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Sembari menunggu divestasi rampung, Vale fokus di sejumlah proyek pada tahun ini


Kamis, 02 Januari 2020 / 17:52 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah articulated dump truck mengangkut material pada pengerukan lapisan atas di pertambangan nikel PT. Vale di Soroako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (28/3/2019). Sembari menunggu divestasi saham rampung, Vale Indonesia (INCO) fokus pada sejumla


Reporter: Dimas Andi | Editor: Tendi Mahadi

Sementara itu, pengerjaan proyek smelter Bahodopi dan Pomalaa menggunakan skema joint venture. Saat ini, kedua proyek tersebut masih dalam tahap negosiasi komersial dengan calon investor. Proses negosiasi tersebut masih akan berlanjut pada tahun ini.

“Konstruksi smelter Bahodopi akan selesai di tahun 2024 sedangkan smelter Pomalaa di tahun 2025,” ujar dia.

Baca Juga: Begini antisipasi Bukit Asam (PTBA) mempertahankan produksi batubara di musim hujan

Mengutip berita sebelumnya, Senior Manager Communication INCO Bayu Aji mengatakan, untuk membangun smelter di Pomalaa, INCO menggandeng perusahaan asal Jepang yaitu Sumitomo Metal Mining Co. Ltd.

Sementara untuk pembangunan smelter di Bahodopi, INCO bekerja sama dengan perusahaan asal China.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×