kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.045.000   6.000   0,20%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

Semen Indonesia (SMGR) Klaim Nihil Fatalitas & Perkuat Budaya K3 di Seluruh Operasi


Jumat, 27 Februari 2026 / 17:42 WIB
Semen Indonesia (SMGR) Klaim Nihil Fatalitas & Perkuat Budaya K3 di Seluruh Operasi


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Angka kecelakaan kerja nasional masih tergolong tinggi. Data Kementerian Ketenagakerjaan mencatat sekitar 300.000 kasus pada 2024, termasuk sejumlah insiden yang berujung fatal. 

Kondisi ini menunjukkan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Indonesia masih menghadapi tantangan serius.

Di tengah situasi tersebut, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau SIG melaporkan pencapaian nihil fatalitas (recordable) di seluruh wilayah operasi pabrik semen sepanjang 2025. Perusahaan menempatkan K3 sebagai nilai utama dalam aktivitas kerja harian.

Pernyataan itu disampaikan saat penutupan Bulan K3 Nasional 2026 SIG Group yang digelar secara hybrid dari PT Semen Tonasa, Pangkep, Sulawesi Selatan. 

Baca Juga: Semen Indonesia (SMGR) Perkuat Bisnis Berkelanjutan dengan Inovasi Industri Hijau

Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari, menegaskan Bulan K3 Nasional bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum evaluasi budaya keselamatan di internal perusahaan.

“Bulan K3 Nasional menjadi pengingat komitmen SIG menempatkan K3 sebagai nilai utama,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat (27/2/2026).

 

Pada peringatan tahun ini, SIG mengusung tema From Compliance to Resilience, yang menekankan peran individu sebagai penggerak budaya K3 serta upaya meningkatkan safety maturity secara berkelanjutan. 

Implementasi K3 didukung kebijakan dan standardisasi di seluruh anak usaha, pengawasan berkesinambungan, serta keterlibatan aktif manajemen.

Secara kinerja, SIG mencatat Lost Time Injury Frequency Rate sebesar 0,13 dari target 0,3 dan Lost Time Injury Severity Rate 1,01 dari target 5 pada 2025. 

Perusahaan juga melaporkan penerapan berbagai leading indicator keselamatan, antara lain Safety Observation Tour, Corporate Life Saving Rules (CLSR), Visible Safety Leadership (VSL), Contractor Safety Management System (CSMS), hingga kesiapan respons darurat.

Atas kinerja tersebut, SIG meraih sejumlah penghargaan, termasuk Zero Accident Award dari Kementerian Ketenagakerjaan, penghargaan pengelolaan keselamatan pertambangan dari Kementerian ESDM, serta ICC-OSH.

Baca Juga: Semen Indonesia (SMGR) Perkuat Transparansi Informasi Demi Bisnis Berkelanjutan

Ke depan, SIG mendorong transformasi dari VSL menuju Visible-Felt Safety Leadership (VFSL), agar kepemimpinan keselamatan tidak hanya terlihat, tetapi juga dirasakan pekerja. 

Pada rangkaian Bulan K3 Nasional 2026, perusahaan turut meluncurkan New CLSR berisi 20 panduan kerja aman yang disusun berdasarkan data insiden dan risiko operasional.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Safety yes, accident no,” tegas Reni.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Procurement Strategies for Competitive Advantage (PSCA) AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×