kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45989,59   -6,37   -0.64%
  • EMAS998.000 -0,60%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Semester I 2021, lebih dari 100 startup raih pendanaan US$ 3,8 miliar


Minggu, 03 Oktober 2021 / 19:20 WIB
Semester I 2021, lebih dari 100 startup raih pendanaan US$ 3,8 miliar
ILUSTRASI. Startup


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di saat pandemi Covid-19 belum berakhir, aliran investasi yang masuk ke perusahaan rintisan (startup) berbasis teknologi/digital justru mengalami pertumbuhan signifikan. Bahkan, jumlah startups dan total pendanaan jauh lebih tinggi dari masa sebelum pandemi.

Melansir dari riset yang dilakukan oleh Scale PR, Minggu (3/10), tercatat 104 startup Indonesia yang memperoleh pendanaan sepanjang enam bulan pertama di tahun 2021 atau naik 40,5% dari periode yang sama pada tahun 2020 dan meningkat 53% dari periode sama tahun 2019.

Total pendanaan yang diperoleh 104 perusahaan berbasis teknologi tersebut mencapai US$ 3,8 miliar, naik 91% dibandingkan total pendanaan sebesar US$ 2 miliar di semester pertama tahun 2020. Valuasi pendanaan ini juga naik 216% dari US$ 1,2 miliar semester pertama tahun 2019.

Baca Juga: Dorong akselarasi bisnis energi di Indonesia, Pertamina kolaborasi dengan startup

Adapun, sektor Financial teknologi (fintek), logistik, dan e-commerce menjadi tiga sektor andalan dan paling banyak dilirik bagi investor. Hal ini terlihat dari besarnya jumlah startups dan pendanaan yang mengalir di sektor tersebut.

Misalnya, perusahaan logistik J&T Express yang berhasil memperoleh pendanaan jumbo sekitar US$ 2 miliar pada April 2021. Sektor logistik lainnya yang memperoleh pendanaan tinggi yakni SiCepat Ekspres sebesar US$ 150 juta dan Shipper sebesar US$ 65 juta. 

Selain itu, pendanaan terbesar kedua terbesar diperoleh perusahaan all-commerce Bukalapak. Sebelum melangkah menjadi perusahaan publik, Bukalapak telah mengantongi pendanaan sebesar US$ 234 juta dari perusahaan raksasa global Microsoft, perusahaan dana abadi GIC, Emtek Group, BRI Ventures, dan Mandiri Capital Indonesia. 

Sektor finansial teknologi(fintek) mendominasi jumlah startup terbanyak yang mendapat pendanaan. Setidaknya 30 fintek memperoleh pendanaan dengan total sebesar US$ 648,28 juta.

Dua platform investasi berada di puncak pendanaan pada sektor fintek, yakni Bibit dan Ajaib, masing-masing sebesar US$ 95 juta dan US$ 90 juta untuk Seri B dan Seri A.

Baca Juga: Forge Ventures Asia Tenggara rilis dana investasi debut US$ 21,88 juta

Sementara Xendit, fintek yang mendukung infrastruktur pembayaran, yang belum lama ini bergelar “Unicorn” juga memperoleh pendanaan sebesar US$ 64,6 juta untuk putaran Seri B di triwulan pertama tahun ini.

Pada triwulan kedua 2021, para investor juga melirik sektor e-commerce di Indonesia, di mana sektor ini memperoleh total pendanaan mencapai hampir senilai US$ 600 juta, tertinggi di antara sektor lainnya.

Selain Bukalapak, platform agritech Tanihub memperoleh dana segar sebesar US$ 65,5 juta pada putaran Seri B dan marketplace beauty care Sociolla memperoleh pendanaan sebesar US$ 56,5 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

Tag


TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Supply Chain Management Principles (SCMP)

[X]
×