kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.037   32,00   0,19%
  • IDX 7.109   -75,92   -1,06%
  • KOMPAS100 983   -10,00   -1,01%
  • LQ45 720   -6,31   -0,87%
  • ISSI 254   -2,76   -1,07%
  • IDX30 391   -2,50   -0,64%
  • IDXHIDIV20 485   -1,84   -0,38%
  • IDX80 111   -1,00   -0,89%
  • IDXV30 135   -0,04   -0,03%
  • IDXQ30 127   -0,77   -0,60%

Serangan virus kuning bikin produksi benih melorot


Selasa, 31 Juli 2012 / 15:54 WIB
ILUSTRASI. Penumpang turun dari KRL Commuter Line di Stasiun Manggarai, Jakarta, Kamis (1/7/2021).


Reporter: Handoyo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Produksi benih hortikultura nasional diproyeksikan turun tahun ini. Jika tahun lalu produksi benih mencapai 60% dari konsumsi sebanyak 13.000 ton, tahun ini diproyeksikan turun menjadi 55% dari total konsumesi.

Penurunan produksi akibat merebaknya virus gemini atau virus kuning. Hal ini disampaikan oleh Afrizal Gindow, Ketua Umum Asosiasi Produsen Perbenihan Hortikultura Indonesia (Hortindo) di Jakarta, Selasa (31/7).

Menurut Afrizal, serangan virus gemini tersebut membuat produksi benih berkurang menjadi 7.150 ton dari realisasi tahun lalu sebesar 7.800 ton. Catatan saja, virus gemini merupakan salah satu virus yang menyebabkan penyakit jenis tanaman, seperti tomat, cabai, kacang-kacangan, labu, tebu dan tembakau.

Kerusakan akibat serangan virus dapat mencapai 100%, bahkan mengakibatkan petani gagal panen. Bila terserang penyakit ini, tanaman akan layu dan kekeringan. Saat ini, perusahaan produsen benih hortikultura tercatat 155 perusahaan, dari jumlah tersebut, 14 perusahaan tergabung dalam Hortindo. “Dampak virus tersebut, banyak produsen benih menurunkan produksinya," kata Afrizal tanpa merinci.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×